Jonatan Christie: Persaingan Tunggal Putra Dunia Kini Makin Merata

SKOR.id - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, sulit memprediksi siapa yang akan keluar sebagai kampiun di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Menurutnya, persaingan di sektor tunggal putra kini sulit ditebak, kekuatan para pemain dinilai mulai merata.
Bahkan, talenta muda pun banyak yang mampu membuat kejutan lawan pebulu tangkis senior yang jauh lebih berpengalaman.
Contoh terkini adalah kala wakil India, Ayush Shetty mampu menjungkalkan tunggal nomor satu dunia, Shi Yu Qi (Cina), di babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2026, kemarin.
Jojo pun sempat merasakan hal serupa. Paling diingat tentu saat dirinya tumbang di final Indonesia Open 2026 oleh Victor Lai (Kanada), Juni lalu.
Oleh karena itu, sang peraih medali emas Asian Games 2018 akan berusaha fokus menghadapi satu persatu laga alih-alih memikirrkan turnamen secara keseluruhan.
"Saya rasa bukan di turnamen ini saja, sekarang tunggal putra sudah semakin rata, dalam arti pemain muda sekarang juga bagus-bagus," kata Jojo.
"Banyak yang bukan buat kejutan lagi, tapi memang sudah layak mereka untuk berada di top level. Saya tidak terlalu kaget," tambahnya.
Jojo baru saja mengawali Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan cemerlang. Dia tanpa kesulitan mengatasi perlawanan tunggal Jerman, Matthias Kicklitz, 21-15, 21-14, pada babak 64 besar.
Berikutnya, andalan Indonesia itu sudah ditunggu wakil Singapura, Jason Teh Jia Heng, sosok yang familier.
Ya, Jojo dan Jason sudah enam kali bertemu sepanjang karier mereka, dan nama pertama dominan dengan rekor 6-0.
Terkini di babak 16 besar Indonesia Open 2026, Jojo menang dua gim langsung 21-18, 21-15.
Rekam jejak tersebut membuat Jojo diunggulkan untuk terus melenggang. Tapi, dia sadar pertandingan tak dimenangi di atas kertas.
Beberapa kekalahan pahit sebelumnya tahun ini sudah cukup menjadi pelajaran.
"Sekarang bagi saya, bagaimana persiapan di hari H-nya. Eksekusi di dalam lapangan, kondisi perubahannya, adjust-nya, mainnya di situ sih. Karena kalau kita bicara di atas kertas, ya cuma di atas kertas saja. Tapi di dalam lapangan 50-50 semuanya," dia memungkasi.
Sumber: PBSI
