Home > National

Benci padahal Cinta, Merayakan Piala Presiden 2026 dari Layar Kaca

Penyelenggeraan Piala Presiden 2026 menjawab kritik dengan angka, tetap menghidupkan UMKM, dan memberikan pelajaran soal kecintaan terdahap sepak bola di Indonesia.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung dalam laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 6 Agustus 2026. (Dok. Media Piala Presiden 2026)
Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung dalam laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 6 Agustus 2026. (Dok. Media Piala Presiden 2026)

SKOR.id - Sejak peluit pertama turnamen digulirkan, Piala Presiden 2026 tak pernah sepi dari gempuran kritik dan hujatan. Berbagai dinamika kompetisi hingga kebijakan, mendadak membuat publisitas turnamen ini dipenuhi nada skeptis.

Keraguan publik mencapai puncaknya ketika keputusan drastis diambil untuk babak penentuan yaitu semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga final digelar tanpa penonton di stadion. Keputusan ini sempat dicap sebagai antiklimaks yang berpotensi mematikan gairah turnamen.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Apa yang bermula dari keraguan, penyelenggaraan Piala Presiden 2026 justru menjelma menjadi perayaan sepak bola layar kaca yang memecahkan rekor.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Piala Presiden 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Kritik Pedas Dijawab Angka

Meski tribune stadion mendadak sepi, antusiasme pencinta sepak bola Tanah Air tidak padam. Gairah itu hanya berpindah ruang menuju area keluarga, kedai kopi, dan layar gawai. Ketika kritik terus membanjiri media sosial, data kepemirsaan justru membuktikan betapa besarnya daya tarik turnamen ini bagi publik.

Pertandingan pamungkas yang mempertemukan Persib Bandung dengan Persebaya Surabaya pada Kamis (6/8/2026), menjadi bukti paling sahih betapa tingginya riak cinta di balik nada benci publik.

Laga final Piala Presiden 2026 menjadi program TV nomor 1 sepanjang 2026, sebab siarannya resmi memuncaki tangga program siaran televisi nasional sepanjang tahun, seperti dirilis Indonesia selaku pemegang hak siar.

Pertemuan dua raksasa sepak bola Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, itu pun mencatatkan rekor Share tertinggi sepanjang era Piala Presiden (2015-2026). Yakni mencatatkan Audience Share (SHR) sebesar 45.3% dan TV Rating (TVR) mencapai 8.9%.

Bahkan pada hari yang sama dengan penyelenggaraan final Piala Presiden 2026, laga perebutan peringkat ketiga, Persija Jakarta lawan Arema FC, mencetak angka mengesankan dengan TVR 3.1%dan Share 29.1%.

Selain menguasai siaran televisi Indosiar, rangkaian laga penutup tersebut juga menjadikan Vidio sebagai program dan platform OTT nomor satu di Indonesia, atau menjadi raja streaming.

Data terkait siaran Piala Presiden 2026 itu membuktikan fenomena unik sepak bola Indonesia, yaitu sedalam apa pun hujatan yang dilayangkan, masyarakat tetap tidak sanggup memalingkan pandangan dari lapangan hijau.

Ketua SC Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait (tengah), memberi keterangan kepada media pada konferensi pers Final Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Jakarta, 5 Agustus 2026. (Foto: Firas Naufal/Skor.id)
Ketua SC Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait (tengah), memberi keterangan kepada media pada konferensi pers Final Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Jakarta, 5 Agustus 2026. (Foto: Firas Naufal/Skor.id)

UMKM Tetap Hidup

Kebijakan tanpa penonton di stadion sering kali diidentikkan dengan matinya ekosistem ekonomi kecil di sekitar turnamen. Namun, kekhawatiran tersebut berhasil ditepis pada laga puncak Piala Presiden 2026.

Penyelenggara tetap menyediakan ruang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beroperasi di sekitar area stadion, dan dampaknya pun tetap terasa nyata, seperti yang sudah terjadi di Bandung dan Surabaya selama fase grup.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait. Dalam perbincangan dan pernyataan resminya, disampaikan bahwa komitmen turnamen untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat tidak surut meskipun akses tribune ditutup.

Kehadiran para pedagang kecil dan UMKM tetap disediakan wadah, dan dagangan mereka terbukti tetap laku diserbu panitia, ofisial, awak media, serta ekosistem pendukung yang bertugas di area stadion.

"Sudah habis? (bertanya ke pedagang, lalu dijawab habis). Lihat tuh, sudah habis. Pertandingan belum mulai sudah habis,” kata Maruarar Sirait saat memantau langsung UMKM di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

"Ini sesuai arahan Presiden, Pak Prabowo. UMKM harus diberikan kesempatan, harus diberikan ruang. Kita kan senang ya kalau UMKM-nya maju. Tapi UMKM-nya sendiri menurut saya enak, kelihatan rapi, bersih, laku.”

“Serta Piala Presiden 2026 mampu dalam membangun ekonomi kerakyatan. Harus bikin orang lain bahagia. Senang kalau orang bahagia, jangan senang kalau orang susah,” ia menjelaskan.

Pelajaran dari Piala Presiden 2026

Piala Presiden 2026 mengajarkan satu hal penting tentang relasi suporter dan sepak bola nasional. Yakni kehadiran fisik boleh dibatasi, namun ikatan emosional tak bisa dibendung.

Layar kaca dan platform digital menjadi perantara yang menyatukan jutaan pasang mata dalam satu denyut passion yang sama.

Dari riuh hujatan hingga sorak sorai perayaan, Piala Presiden 2026 sukses membuktikan bahwa rasa "benci" di media sosial sejatinya adalah wujud paling ugal-ugalan dari rasa cinta terhadap sepak bola Indonesia.

× Image