Home > World

AFC Dukung UEFA dan CONCACAF Tolak FIFA Forward Enterprise Demi Lindungi Piala Dunia

Organisasi sepak bola Asia itu menilai fakta bahwa kemungkinan boikot Piala Dunia mulai menjadi pembahasan publik merupakan sinyal yang sangat mengkhawatirkan bagi masa depan sepak bola dunia.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Ilustrasi AFC. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) Sumber:(Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)
Ilustrasi AFC. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) Sumber:(Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi menyatakan dukungannya kepada UEFA dan CONCACAF terkait polemik usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). AFC menilai proposal tersebut telah memicu ketidakpastian di dunia sepak bola dan bahkan memunculkan wacana boikot terhadap Piala Dunia FIFA, sesuatu yang dinilai tidak seharusnya terjadi.

Dalam pernyataan resminya, AFC mengaku sangat prihatin terhadap perkembangan beberapa hari terakhir yang berkaitan dengan rencana FIFA menghadirkan investasi swasta ke dalam kompetisi unggulannya melalui FFE.

Menurut AFC, proses pengambilan keputusan yang dilakukan FIFA juga menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai konfederasi dan asosiasi anggota.

Baca Juga: PSSI Bisa Ketiban Rejeki setelah FIFA Berencana Naikkan Dana untuk Anggota Asosiasi

Baca Juga: Update Bursa Transfer La Liga 2026-2027

AFC menegaskan bahwa mereka berdiri bersama UEFA dan CONCACAF yang sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran serius terhadap proposal tersebut. Organisasi sepak bola Asia itu menilai fakta bahwa kemungkinan boikot Piala Dunia mulai menjadi pembahasan publik merupakan sinyal yang sangat mengkhawatirkan bagi masa depan sepak bola dunia.

Menurut AFC, Piala Dunia merupakan ajang tertinggi dalam sepak bola internasional yang mendapatkan kekuatannya dari partisipasi seluruh konfederasi dan negara-negara terbaik di dunia. Karena itu, setiap proposal yang berpotensi mengganggu persatuan dan karakter universal turnamen tersebut harus dipertimbangkan kembali.

AFC juga menilai persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan FFE semata, tetapi telah membuka kelemahan mendasar dalam sistem tata kelola dan proses pengambilan keputusan FIFA. Meski FIFA telah memberikan klarifikasi mengenai proposal tersebut, AFC menilai berbagai pertanyaan mengenai transparansi, tata kelola organisasi, serta proses konsultasi yang bermakna masih belum terjawab.

Lebih lanjut, AFC menekankan bahwa proposal sebesar ini, yang dapat memengaruhi masa depan komersial, olahraga, dan strategi sepak bola dunia, seharusnya tidak disusun melalui proses yang membuat konfederasi, asosiasi anggota, hingga badan-badan resmi FIFA seperti FIFA Council merasa dikesampingkan.

AFC juga mengingatkan bahwa ini bukan pertama kalinya para pemangku kepentingan dihadapkan pada sebuah kebijakan besar ketika arah keputusan tampaknya telah ditentukan lebih dahulu. Pendekatan semacam itu dinilai dapat mengurangi kepercayaan terhadap sistem tata kelola FIFA sekaligus melemahkan kewenangan badan-badan resmi yang dimiliki organisasi tersebut.

Sebagai solusi, AFC mendesak FIFA untuk segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kerangka tata kelola dan mekanisme pengambilan keputusannya. Organisasi tersebut menegaskan bahwa setiap kebijakan berskala global harus dibangun melalui proses konsultasi yang terbuka, partisipasi yang nyata, serta pengawasan yang memadai dari badan-badan resmi FIFA.

AFC menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Piala Dunia FIFA dan sepak bola merupakan milik seluruh keluarga besar sepak bola dunia. Oleh sebab itu, masa depan olahraga ini harus dibentuk secara kolektif melalui institusi yang benar-benar mencerminkan suara seluruh konfederasi dan asosiasi anggota FIFA.

× Image