Home > World

Inggris Cari Cara Hentikan Messi, Thomas Tuchel Siapkan Strategi Khusus Lawan Argentina

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui menghentikan Messi bukan perkara mudah.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, siap menghadapi fase gugur Piala Dunia 2026. (Grafis: Yusuf/Skor.id)
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, siap menghadapi fase gugur Piala Dunia 2026. (Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id – Timnas Inggris dihadapkan pada misi terbesar mereka di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Argentina pada semifinal, Rabu (16/7) dini hari WIB. Bukan hanya demi tiket ke final menghadapi Spanyol, The Three Lions juga harus menemukan cara meredam pengaruh Lionel Messi yang masih menjadi ancaman utama Albiceleste.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui menghentikan Messi bukan perkara mudah. Menurutnya, pemain berusia 39 tahun itu memiliki kemampuan membaca permainan yang membuatnya hampir mustahil dimatikan sepanjang pertandingan.

“Kami sepenuhnya sadar bahwa kami tidak mungkin menghentikannya sepanjang waktu atau 100 persen,” kata Tuchel.

Messi datang ke semifinal dengan performa impresif. Kapten Argentina itu telah mencetak delapan gol dan menjadi salah satu top skor turnamen. Karena itu, Tuchel mengaku tengah menyiapkan pendekatan khusus agar pengaruh sang megabintang bisa diminimalkan.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Paling Lelah dalam Perjalanan

“Dia adalah pemain yang sangat berbeda dibanding Erling Haaland. Namun, kami bermain sangat baik dengan cara kami saat menghadapi Haaland, mungkin memang seperti itulah cara terbaik untuk menghadapinya. Sekarang kami akan menemukan cara untuk menghadapi Messi,” ujarnya.

Bahkan, pelatih asal Jerman itu mengungkapkan sempat mempertimbangkan strategi penjagaan satu lawan satu terhadap peraih delapan Ballon d’Or tersebut.

“Saya sempat berpikir apakah kami perlu menerapkan penjagaan satu lawan satu ala sepak bola lama. Saya belum yakin apakah kami akan benar-benar melakukannya, tetapi ide itu sempat terlintas di benak saya,” ungkap pelatih asal Jerman itu.

Meski demikian, Tuchel menyadari bahwa sekadar menjaga Messi secara individu belum tentu cukup. Menurutnya, kecerdasan sang kapten Argentina membuatnya selalu mampu menemukan ruang sekecil apa pun.

“Semua orang tahu ruang-ruang yang ingin dia tempati. Jika Anda menganalisis pertandingan, dia melihat situasi lebih cepat dibanding pemain lain. Bola selalu jatuh kepadanya dan dia menemukan celah.”

“Kami sudah menemukan beberapa pola permainan mereka. Namun, ketika Anda berhasil menutup satu pola, mereka akan menciptakan pola baru. Sangat unik bermain melawan juara bertahan dan Lionel Messi. Ini adalah pertandingan besar di turnamen besar,” lanjutnya.

Selain fokus meredam Messi, Tuchel berharap tantangan menghadapi juara bertahan justru memacu performa terbaik Inggris. Ia menilai anak asuhnya masih belum tampil maksimal saat menyingkirkan Norwegia di babak perempat final.

“Kami membuat terlalu banyak kesalahan teknis pada pertandingan terakhir sehingga sulit menemukan ritme permainan. Kami terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, kurang sabar, dan kurang disiplin. Itu membuat ritme kami terganggu,” ucap Tuchel.

Meski demikian, ia melihat perkembangan positif dalam organisasi pertahanan timnya sepanjang turnamen.

“Kami berkembang dalam bertahan dan bertahan sebagai sebuah tim. Itu adalah sesuatu yang kami butuhkan di level tertinggi saat menghadapi Argentina,” katanya.

Menurut Tuchel, Inggris juga harus meningkatkan kualitas permainan ketika menguasai bola jika ingin mengalahkan Albiceleste.

“Kecepatan permainan yang dipadukan dengan eksekusi teknis harus berada di level yang lebih tinggi. Menghadapi tim seperti Argentina akan mengeluarkan kemampuan terbaik dari kami dan para pemain.”

Tuchel menegaskan skuadnya datang ke semifinal dengan penuh keyakinan.

“Kami tahu mengapa kami berada di sini. Kami tidak pernah ragu untuk menargetkan posisi ini dan bermimpi mencapainya. Kami berada di semifinal dan datang dengan rasa lapar yang besar. Kami ingin meraih kemenangan berikutnya,” tegas eks pelatih Chelsea itu.

“Ini adalah pertandingan besar, tetapi kami sangat antusias dan siap menjalaninya.”

Meski mengakui duel Inggris kontra Argentina selalu sarat sejarah dan rivalitas, Tuchel memastikan timnya tidak akan terpengaruh oleh kisah masa lalu.

“Para pemain memahami arti pertandingan ini. Jika sebuah laga memiliki begitu banyak momen ikonik dalam sejarah, Anda tidak bisa mengatakan bahwa ini hanyalah pertandingan sepak bola biasa,” ujarnya.

“Saya dan staf pelatih tidak membahas peristiwa-peristiwa bersejarah itu. Tekanan pertandingan sudah cukup besar. Kami ingin para pemain fokus pada apa yang harus dilakukan di lapangan. Kami tahu betapa berat tantangannya, tetapi kami siap menghadapinya,” pungkas Tuchel.

Sumber: Sky Sports

× Image