Jangan Jadikan Bek Tengah Algojo Penalti di Piala Dunia

SKOR.id - Dilihat dari statistik, sebaiknya bek tengah tak jadi algojo penalti lagi di Piala Dunia.
Manuel Akanji jadi algojo penalti Swiss saat adu penalti imbang 2-2 lawan Kolombia.
Punya kesempatan mengubah skor jadi 3-2, tendangan Akanji terbang melayang di atas mistar gawang.
Ia jadi bek tengah keenam yang gagal mencetak gol dari titik putih di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Kylian Mbappe Tak Berhenti Cetak Sejarah, Prancis Maju ke Semifinal
Sebelum Akanji, ada Lucas Herrington (Australia), Harry Souttar (Australia), Jonathan Tah (Jerman), Fabian Balbuena (Paraguay), dan Davinson Sanchez (Kolombia).
Tendangan lima dari mereka, bahkan tak perlu diselamatkan oleh kiper dengan tendangan membentur tiang/mistar, atau melayang tak tepat sasaran.
Menilik kasus Akanji, ia sudah empat kali jadi algojo penalti Swiss di turnamen besar Piala Dunia atau Piala Eropa.
Hasilnya, ia hanya berhasil sekali saat kali pertama, lalu kini tiga kali beruntun gagal melaksanakan tugasnya.
Apakah ini saatnya tak lagi menjadikan bek tengah sebagai algojo penalti?
Di Piala Dunia 2026, saat adu penalti, bek tengah hanya mencetak lima gol dari 11 kesempatan penalti (45,4 persen).
Sepanjang masa, memang pemain berposisi sebagai bek (bek tengah dan sayap) punya konversi penalti terburuk saat adu penalti.
Dari semua penalti, rataan konversi penalti di Piala Dunia adalah 68,6 persen, dengan 247 gol tercipta dari 360 penalti.
Bek punya rataan konversi di bawah ini, dengan hanya 62 persen dan jadi yang terburuk dibanding posisi lain.
Bek mencetak 57 gol dalam 92 kesempatan.
Bek lebih buruk dari gelandang (69,2 persen) dan penyerang (73,2 persen).
Sumber: The Analyst
