Home > World

UEFA vs FIFA, Infantino Hampir Mustahil Tergeser sebagai Presiden FIFA

Gianni Infantino hampir mustahil tergeser dari kursi Presiden FIFA meski kini ia mendapat tantangan dari UEFA.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Gianni Infantino hampir mustahil tergeser dari kursi Presiden FIFA meski kini ia mendapat tantangan dari UEFA. (Mario Sonatha/Skor.id).
Gianni Infantino hampir mustahil tergeser dari kursi Presiden FIFA meski kini ia mendapat tantangan dari UEFA. (Mario Sonatha/Skor.id).

SKOR.id - Konflik kini terjadi antara UEFA dengan FIFA, meski posisi Gianni Infantino nampaknya akan baik-baik saja.

FIFA menunda hukuman kartu merah Folarin Balogun setelah ada intervensi dari Presiden AS, Donald Trump.

Balogun kemudian bisa tampil lawan Belgia di 16 Besar Piala Dunia 2026.

Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan FIFA, termasuk UEFA.

Baca Juga: Catatan Lengkap Sejarah Cristiano Ronaldo di Piala Dunia

Baca Juga: Rekor Nirbobol Terpanjang Piala Dunia, Daftar Penyerang yang Mandul vs Spanyol

UEFA mengkritik keras keputusan FIFA soal mengangkat hukuman terhadap Balogun.

UEFA mengatakan bahwa FIFA sudah melampaui batas dan mengatakan keputusan itu adalah keputusan yang belum pernah terjadi, tak bisa dipahami, dan tak dapat dibenarkan.

Ini bukan kali pertama terjadi konflik antara UEFA dengan FIFA.

Mei 2025 lalu, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memimpin delegasi dari Eropa untuk walk-out keluar saat Kongres FIFA.

Saat itu, Infantino sedang dalam tur diplomatis ke Timur Tengah bersama Donald Trump dan etrlambat dua jam 17 menit.

UEFA juga terus menyuarakan murahnya tiket Piala Eropa 2028, yang mereka bandingkan seharga tiket parkir saja di Piala Dunia 2026.

Saat wasit Omar Artan viral karena dilarang masuk AS dan tak jadi memimpin laga Piala Dunia, UEFA langsung mengundang sang wasit untuk jadi pengadil laga Piala Super Eropa PSG lawan Aston Villa 12 Agustus nanti.

Meski begitu, apapun yang dilakukan UEFA sepertinya tak akan menggoyahkan posisi Infantino.

Kekuatan Infantino berasal dari dukungan negara-negara lain di dunia.

FIFA dan Infantino memang memberikan banyak dana untuk seluruh anggota mereka untuk perkembangan sepak bola, hal ini membuatnya mendapat dukungan dari banyak pihak.

Dalam pemilihan Presiden FIFA, seorang harus mendapatkan 106 suara dari 211 negara untuk menang.

Pada April lalu, Conmebol mengatakan 10 anggotanya akan mendukung Infantino di pemilihan selanjutnya.

Tiga pekan berselang, giliran CAF dan 54 negara Afrika yang memberikan dukungan.

Tak lama kemudian, AFC dan 47 negara Asia memberikan dukungan serupa.

Dengan hal ini saja Infantino sudah mendapat 111 suara dan tak akan terkalahkan.

Infantino sudah kembali terpilih tanpa lawan pada 2019 dan 2023.

Kini, butuh sesuatu yang luar biasa atau calon yang luar biasa bagi UEFA jika ingin memberikan perlawanan kepada Infantino.

Sumber: BBC

× Image