Antiklimaks Kontra Kazakhstan, Timnas Voli Putri U-18 Indonesia Incar Kemenangan Penutup

SKOR.id - Timnas Voli Putri U-18 Indonesia berharap bisa menutup perjalanan di AVC Girls' U-18 Volleyball Championship 2026 dengan manis.
Setelah menelan dua kekecewaan beruntun, Venisa Dwi Oktaviani dan kawan-kawan ingin bangkit dan menyelesaikan turnamen lewat kemenangan pada partai pamungkas.
Itu adalah perebutan peringkat ketujuh melawan Mongolia di Nakhon Ratchasima, Thailand, Selasa (7/7/2026).
Sebelumnya, pasukan Merah Putih berpeluang lolos ke semifinal. Namun, langkah mereka diadang tuan rumah Thailand.
Kekalahan 0-3 (18-25, 12-25, dan 19-25) kala itu sekaligus memupus mimpi tampil di FIVB Volleyball Girls' U-19 World Championship 2027.
Tim muda Garuda Pertiwi lantas berpeluang memperbaiki pencapaian terbaik mereka di turnamen ini lewat playoff peringkat 5-8.
Jika menang terus, Venisa dan kawan-kawan bisa finis di urutan kelima, lebih baik dibandingkan saat debut pada edisi 2008 (peringkat keenam).
Sayang, laga pertama alias semifinal langsung berakhir pahit. Bertarung melawan Kazakhstan, Senin (6/7/2026), Indonesia menyerah dengan skor tipis 2-3 (25-17, 23-25, 17-25, 25-21, dan 13-15).
Padahal, mereka mampu memulai dengan sangat baik, mendominasi set pertama sampai menang telak. Tapi, dua set berikutnya, para pemain Garuda kehilangan momentum sehingga lawan bangkit dan berbalik unggul.
Indonesia merespons dengan positif dan kembali menang di set keempat. Bahkan, pada set penentuan, mereka mampu memimpin hingga 12-9.
Namun, alih-alih menuntaskan perlawanan, Indonesia cuma menambah satu poin, sedangkan Kazakhstan menggila dengan rentetan enam poin. Perjuangan mereka pun berakhir antiklimaks.
Asisten pelatih Timnas Voli Putri U-18 Indonesia, Bobby Ade Setiawan, tak dapat menyembunyikan rasa kecewa setelah para pemainnya melepas kemenangan di depan mata.
"Hari ini belum rezeki. Set kelima sudah unggul 12-9, tetapi lawan dapat menyusul," ujarnya.
Tapi perjalanan belum selesai. Satu pertandingan terakhir menunggu, dan itu bisa menjadi momen penebusan.
Kemenangan atas Mongolia akan menjadi pelipur lara usai dua kali tersungkur.
Hanya saja, Indonesia tak boleh lengah. Calon lawan mereka tersebut juga punya potensi, bahkan pernah menang atas Uzbekistan dan Australia pada fase grup.
Performa maksimal harus tetap diperlihatkan Venisa dan kawan-kawan walau dua laga terakhir sudah berjuang sekuat tenaga.
Sumber: PBVSI
