Home > Other Sports

Pelari yang Didiskualifikasi di BTN JAKIM 2026 Minta Maaf, Kembalikan Medali dan Jersey Finisher

Panitia juga telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki afiliasi maupun hubungan resmi dengan sponsor atau partner BTN JAKIM 2026.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Ilustrasi olahraga lari atau running. (Grafis: Yusuf/Skor.id)
Ilustrasi olahraga lari atau running. (Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id – Pelari kategori Full Marathon BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang sebelumnya menjadi sorotan publik menyampaikan permintaan maaf.

Usai ramai diperbincangkan di media sosial terkait pelanggaran aturan lomba pada kategori Full Marathon, itikad baik juga ditunjukkan dengan mengembalikan medali dan jersey finisher yang diterimanya.

Sebelumnya, panitia BTN JAKIM 2026 telah menjatuhkan sanksi diskualifikasi (DQ) kepada yang bersangkutan, setelah proses verifikasi menunjukkan bahwa ia tidak memenuhi persyaratan penyelesaian lomba kategori Full Marathon sesuai ketentuan yang berlaku.

Keputusan tersebut telah ditetapkan dan ditindaklanjuti oleh panitia sesuai regulasi perlombaan. Pengembalian atribut finisher berupa medali dan jersey finisher dilakukan melalui perwakilan pihak keluarga.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Update Bursa Transfer Super League Menuju Musim 2026-2027

Dalam kesempatan tersebut, suami peserta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak atas kejadian di BTN JAKIM 2026 yang berlangsung pada 14 Juni 2026 tersebut.

"Saya mewakili istri saya, Ibu Liany, memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan maupun dikecewakan atas perbuatan yang dilakukan istri saya,” ucapnya.

“Saat ini kondisi beliau sedang kurang sehat sehingga tidak dapat hadir secara langsung dalam proses pengembalian jersey dan medali kepada pihak penyelenggara,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, yang bersangkutan juga telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan oleh kejadian tersebut.

"Saya memohon maaf kepada panitia BTN Jakarta International Marathon, para peserta, komunitas lari, serta pihak lain yang merasa kecewa atas tindakan saya dalam mengikuti kategori Full Marathon,” tulisnya.

“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih bertanggung jawab dan menghormati aturan dalam mengikuti event ke depannya,” ia menambahkan dalam surat permohonan maafnya.

Panitia juga telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki afiliasi maupun hubungan resmi dengan sponsor atau partner BTN JAKIM 2026.

Dugaan yang mengaitkan peserta tersebut dengan salah satu partner event, muncul karena jersey yang dikenakannya dan tidak mencerminkan hubungan resmi apa pun.

Medali dan jersey finisher dikembalikan pelari yang didiskualifikasi di BTN JAKIM 2026 bersama dengan surat permohonan maaf. (Istimewa)
Medali dan jersey finisher dikembalikan pelari yang didiskualifikasi di BTN JAKIM 2026 bersama dengan surat permohonan maaf. (Istimewa)

“Perlu kami sampaikan pula bahwa jersey yang digunakan pada saat itu tidak memiliki kaitan apa pun dengan brand yang sempat disebutkan. Jersey tersebut merupakan jersey event yang pernah saya ikuti sebelumnya," ucap suami peserta.

Langkah pengembalian medali dan jersey finisher serta penyampaian permintaan maaf tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan sikap kooperatif terhadap keputusan yang telah ditetapkan.

Dalam olahraga lari, kepatuhan terhadap aturan dan penyelesaian seluruh rute lomba merupakan bagian penting dari integritas kompetisi serta bentuk penghormatan kepada sesama peserta yang berjuang menyelesaikan perlombaan sesuai ketentuan.

Penyelenggara BTN JAKIM 2026 pun menyampaikan bahwa kejadian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pelari mengenai pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kompetisi.

"Kami berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa menjadi finisher bukan hanya soal melewati garis akhir, tetapi juga menyelesaikan seluruh rute sesuai aturan yang berlaku,” ujar Satrio Guardian, Race Director BTN JAKIM 2026

“Setiap medali finisher merepresentasikan proses latihan, perjuangan, disiplin, dan komitmen yang dijalani oleh para pelari. Karena itu, nilai sportivitas dan integritas harus selalu dijunjung tinggi demi menjaga semangat fair play dalam olahraga lari," ia menjabarkan.

BTN JAKIM 2026 menegaskan bahwa penerapan aturan dilakukan secara konsisten kepada seluruh peserta tanpa pengecualian.

Setiap hasil lomba yang tidak memenuhi persyaratan akan ditinjau dan ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku demi menjaga kredibilitas dan sportivitas ajang.

× Image