APPI Ungkap 188 Kasus Tunggakan Gaji Pemain Libatkan 17 Klub, Nilainya Mencapai Rp12 Miliar

SKOR.id– Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan I.League memperkuat komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan hak-hak pemain sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola nasional. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan yang digelar di kantor I.League, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Presiden APPI Hanif Sjahbandi, anggota Komite Eksekutif APPI Andritany Ardhiyasa dan Yolanda Krismonica, Sekretaris Jenderal APPI Gotcha Michel, serta Kepala Divisi Legal APPI Jannes Silitonga. Sementara dari pihak I.League hadir Direktur Bisnis dan Komersial Sadikin Aksa bersama jajaran manajemen.
Dalam pertemuan itu, APPI memaparkan data tunggakan hak-hak kontraktual pemain yang tercatat hingga 19 Juni 2026. Di kasta tertinggi atau Super League, nilai tunggakan mencapai Rp5.312.794.412 ditambah USD77.440 dan EUR2.468,94. Sementara di Championship, jumlah tunggakan tercatat sebesar Rp4.229.051.750 serta USD19.129,40. Adapun di Liga Nusantara, tunggakan hak pemain mencapai Rp1.303.597.342.
Jika dijumlahkan, total tunggakan dalam mata uang rupiah mencapai Rp10.845.443.504. Sementara akumulasi tunggakan dalam mata uang asing sebesar USD96.569,40 dan EUR2.468,94. Dengan asumsi kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS dan Rp20.850 per euro, nilai tunggakan tersebut setara dengan sekitar Rp1,79 miliar. Dengan demikian, total keseluruhan tunggakan hak-hak pemain yang ditangani APPI mencapai kurang lebih Rp12,64 miliar.
Baca Juga: Update Bursa Transfer Super League Menuju Musim 2026-2027
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
APPI juga mengungkapkan bahwa mereka telah menerima dan menangani 188 kasus kontraktual yang melibatkan 17 klub dari berbagai level kompetisi. Sebanyak 22 kasus di antaranya telah memperoleh putusan final dan mengikat dari National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia.
Dua klub Super League yang telah mendapatkan putusan final adalah Semen Padang FC dan PSBS Biak. Sementara dari Championship terdapat Adhyaksa FC dan Sriwijaya FC. Adapun kasus lainnya masih berada dalam tahap korespondensi dengan klub maupun proses penyelesaian di NDRC Indonesia.
Merespons data yang dipaparkan APPI, I.League menyatakan kesiapannya untuk membantu memastikan penyelesaian tunggakan yang telah memiliki putusan final dan mengikat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan kepatuhan klub sejak proses awal keikutsertaan dalam kompetisi serta meminimalkan terulangnya persoalan serupa.
“Penyelesaian tunggakan yang telah memiliki putusan final merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut hak para pemain. Kami mengapresiasi komitmen I.League untuk membantu memastikan proses tersebut berjalan dan berharap peningkatan dalam proses verifikasi dapat mencegah terjadinya kasus tunggakan gaji yang berulang,” ujar Hanif, dikutip laman resmi APPI.
Selain persoalan tunggakan, kedua pihak juga membahas sejumlah isu strategis lain, mulai dari peningkatan tata kelola kompetisi, perlindungan hak pesepak bola profesional, kepatuhan terhadap kontrak, hingga upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi para pemain di Indonesia.
APPI turut menyampaikan berbagai aspirasi dari para anggotanya di seluruh level kompetisi sebagai bahan masukan dalam pengembangan kebijakan sepak bola nasional ke depan. Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah harapan agar kompetisi sepak bola putri dapat kembali bergulir pada tahun ini.
Sementara itu, I.League menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi melalui penguatan proses verifikasi serta membuka ruang dialog yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi APPI dan I.League untuk mempererat kolaborasi dalam mendorong terciptanya industri sepak bola Indonesia yang lebih profesional, sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Sumber: Appi-online
