Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik hingga Menjadi Bintang Jerman di Piala Dunia 2026

SKOR.id - Jerman berhasil melanjutkan penampilan gemilang mereka di Piala Dunia 2026, setelah meraih kemenangan 2-1 atas Pantai Gading di pertandingan kedua.
Pada pertandingan ini, Jerman sempat tertinggal dari Pantai Gading melalui gol Franck Kessie di menit ke-30.
Namun, dua gol dari Deniz Undav (68'. 90'+4) membuat Jerman berhasil memastikan kemenangan atas Pantai Gading.
Deniz Undav juga mencetak satu gol pada laga pertama, ketika Jerman membantai Curacao dengan skor telak 7-1.
Baca Juga: Jepang Tempel Belanda di Grup F, Peluang Lolos Swedia Ditentukan Laga Pamungkas
Baca Juga: Rekam Jejak Eloy Room, Mengembara di Belanda hingga Jadi Pahlawan Curacao
Berkat golnya dalam dua laga ini, Deniz Undav menjadi pemain Jerman pertama sejak Miroslav Klose pada tahun 2002, yang mencetak gol di masing-masing dua pertandingan Piala Dunia pertamanya.
Deniz Undav menjadi salah satu pemain Jerman yang bersinar di Piala Dunia 2026, dengan torehan tiga gol dalam dua pertandingan.
Kiprah Deniz Undav bersama Jerman tak begitu saja terjadi, ia mengalami proses panjang sebelum dirinya mampu mencapai level tertinggai.
Pemain keturunan Turki ini sempat mengalami penolakan, bahkan mengalami bekerja di pabrik sambil terus meningkatkan kemampuannya di dunia sepak bola.
Pada usia 14 tahun, dirinya mendapat penolakan dari Werder Bremen, yang membuat mimpinya sebagai pemain profesional hampir pudar.
Pada wawancara dengan media Belgia, 7sur7, ia mengungkapkan penolakan yang dialaminya kala itu.
Kondisi fisiknya membuat Deniz Undav ditolak oleh Werder Bremen, yang menilainya tak memiliki masa depan di sepak bola.
Namun, ia tidak menyerah begitu saja dengan penolakan tersebut. Deniz Undav bergabung dengan tim divisi empat Liga Jerman, TSV Havelse untuk melanjutkan kariernya.
Pada usia 17 tahun dirinya mulai menjalani kehidupan sebagai pesepak bola semi profesional, di kasta empat Liga Jerman.
Ia bermain dan berlatih sepak bola ditambah bekerja secara penuh di sebuah pabrik, untuk mengoperasikan mesin laser.
"Ketika Werder memberi tahu saya saat berusia 14 tahun bahwa saya tidak memiliki masa depan bersama mereka karena saya terlalu kecil, itu menghancurkan hati saya," ujar Deniz Undav.
"Namun saya tidak kehilangan harapan. Saya meninggalkan rumah keluarga pada usia 17 tahun untuk bergabung dengan Havelse di divisi keempat di Jerman, di mana saya menggabungkan bermain dan berlatih dengan bekerja penuh waktu, delapan jam sehari mengoperasikan mesin laser di sebuah pabrik," ujarnya menambahkan.
Deniz Undav selalu bangun pagi untuk bekerja lebih dulu di pabrik, selanjutanya ia menjalani kariernya di dunia sepak bola.
Rutinitas ini ia lalu setiap hari, ia mengaku butuh pemasukan selain dari sepak bola untuk memenuhi kebutuhannya.
"Saya bangun sekitar jam 4 pagi, pergi ke pabrik, lalu mengikuti pelatihan dan pulang sekitar jam 8 malam, sebelum mengulanginya lagi keesokan harinya," ujarnya.
"Saya harus melakukan pekerjaan itu demi uang untuk hidup karena saya tidak bisa bertahan hidup hanya dengan uang dari sepak bola saja," ujar Deniz Undav menambahkan.
Sempat membela beberapa klub Jerman lain seperti Braunschweig dan SV Meppen, kariernya makin berkembang saat pindah ke Belgia pada 2020 untuk bergabung dengan Union SG.
Deniz Undav kemudian bergabung ke Brighton pada 2022, dan sempat dipinjamkan ke Union SG dan Stuttgart.
Pada akhirnya Stuttgart mempermanenkannya pada 2024, total ia sudah tampil 117 kali dengan catatan 57 gol dan 30 assist.
Sejak debut bersama Jerman pada 2024 lalu, pemain 29 tahun itu sudah mencetak sembilan gol dan empat assist.
Sumber: BBC, Transfermarkt
