Muncul Rumor Perubahan Nama dan Markas Klub Jelang Musim Baru, I.League Ingatkan Soal Konsekuensi

SKOR.id - Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, buka suara soal rumor perpindahan markas dua klub kasta tertinggi sepak bola tanah air.
Seperti diketahui, belakangan muncul kabar bahwa Malut United dan klub promosi Adhyaksa FC sedang mencari kandang baru untuk digunakan pada Super League 2026-2027.
Tak cuma itu, mereka bahkan siap berganti nama demi menyesuaikan identitas dengan kawasan anyar yang bakal ditempati.
Malut United disebut pindah ke Jawa Tengah, dan berpotensi menjadi Jateng United. Stadion Jatidiri di Semarang bakal menjadi markas baru mereka.
Sementara, Adhyaksa FC diisukan bakal mengisi celah yang ditinggalkan Malut United di Ternate, Maluku Utara, berubah nama menjadi Persiter. Stadion Gelora Kie Raha juga akan mereka tempati.
Klub milik Kejaksaan Republik Indonesia kabarnya juga menjajaki kemungkinan pindah ke Kalimantan Tengah sebagai alternatif. Tepatnya Kota Palangka Raya, dengan Stadion Tuah Pahoe menjadi kandang.
Informasi tersebut gencar beredar, namun Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, mengaku pihaknya belum menerima pengajuan resmi.
"Yang pasti kami berbicara dalam lingkup fungsi dan tata kelola sebuah organisasi sepak bola. Kalau secara spesifik, memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi," kata Asep dalam perbincangan bersama awak media bertajuk I.League Talk di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
"Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut," tambahnya.
Asep mengatakan bahwa I.League belum bisa memberi tanggapan lebih jauh mengenai hal ini. Bagaimanapun, ada mekanisme yang harus dilalui via PSSI jika klub berniat melakukan perubahan.
Tapi, dia juga mengingatkan kepada Malut United dan Adhyaksa FC - serta klub lain yang berniat serupa - bahwa ada konsekuensi jika melakukan perubahan apapun setelah proses Club Licensing 2025-2026.
Ya, pada akhir musim lalu, klub-klub kontestan liga sepak bola di Indonesia telah menyelesaikan proses Club Licensing sebagai syarat entry ke musim 2026-2027.
Maka, jika ada perubahan dalam lima aspek utamanya, klub bersangkutan berpotensi menerima konsekuensi berupa pengurangan poin.
"Dari sisi kompetisi, ada proses yang sudah kami tetapkan sejak awal musim lalu, bahkan untuk kompetisi musim 2026-2027. Salah satunya berkaitan dengan lima aspek dalam Club Licensing, termasuk aspek infrastruktur," kata Asep.
"Misalnya terkait stadion. Apa yang di-submit dalam siklus lisensi 2026 yang berakhir pada Mei lalu, itulah yang menjadi dasar bagi klub untuk berkompetisi pada musim 2026-2027."
"Jika ada perubahan setelah itu, tanpa mengintervensi mekanisme perubahan yang ada di organisasi, tentu ada konsekuensi dalam aspek kompetisi," pungkasnya.
