Luke Vickery dan Mitchell Baker Bagian Proyek Jangka Pendek dan Panjang PSSI

SKOR.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan bahwa program naturalisasi pemain bukan sekadar solusi instan untuk meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia.
Federasi memiliki target jangka panjang yang ambisius, yakni membawa Indonesia masuk ke 50 besar peringkat FIFA dan 10 besar Asia, sekaligus memastikan kehadiran Garuda secara konsisten di putaran final Piala Dunia dan Piala Asia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, saat menjelaskan alasan di balik rencana naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Menurutnya, kehadiran kedua pemain tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sepak bola Indonesia dalam jangka panjang.
“Keinginan PSSI menaturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker ini bukan hanya untuk jangka pendek saja. Kami harapkan dapat mendongkrak ranking Timnas Indonesia hingga 50 besar FIFA dan atau 10 besar Asia, kemudian lolos di setiap putaran final FIFA World Cup dan AFC Asian Cup,” ujar Sumardji.
Target tersebut menunjukkan keseriusan PSSI dalam membangun fondasi kuat bagi Timnas Indonesia.
Baca Juga: Daftar Tim Mobile Legends yang Sudah Lolos MSC 2026
Baca Juga: Update Bursa Transfer Super League Menuju Musim 2026-2027
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan di level internasional. Namun, untuk dapat bersaing secara konsisten dengan negara-negara elite Asia, dibutuhkan peningkatan kualitas skuad yang berkelanjutan.
Selain memiliki visi jangka panjang, PSSI juga telah menyusun target jangka pendek yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan. Menurut Sumardji, Luke Vickery dan Mitchell Baker diproyeksikan menjadi bagian penting dalam sejumlah agenda besar Timnas Indonesia.
Kedua pemain tersebut dipersiapkan untuk menghadapi berbagai turnamen internasional, mulai dari ASEAN Championship 2026, FIFA ASEAN Cup 2026, Piala Asia 2027 di Arab Saudi, ASEAN Championship 2028, Kualifikasi Piala Dunia 2030, ASEAN Championship 2030, hingga Piala Asia 2031.
Dengan jadwal kompetisi yang padat dan target yang semakin tinggi, PSSI menilai kedalaman skuad menjadi faktor yang sangat penting. Karena itu, penambahan pemain berkualitas melalui jalur naturalisasi dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat persaingan di setiap posisi.
Sumardji menegaskan bahwa tujuan naturalisasi bukan untuk mengesampingkan pemain lokal. Sebaliknya, kehadiran pemain-pemain yang memiliki pengalaman dan kualitas tinggi diharapkan mampu memberikan transfer ilmu kepada pemain Indonesia.
“Skuad ini memang harus dalam dan pada masing-masing posisi tentu perlu adanya skuad yang kuat. Mereka semua dibutuhkan untuk transfer ilmu atau melengkapi kemampuan sepak bola lokal baik untuk kepentingan tim nasional maupun untuk kepentingan liga profesional,” katanya.
