Home > World

Son Heung-min Terima Permintaan Maaf Media Korea Selatan di Tengah Boikot Timnas pada Piala Dunia 2026

Langkah tersebut menjadi upaya terbaru untuk meredakan ketegangan yang tengah terjadi antara skuad Taeguk Warriors dan media domestik selama ajang Piala Dunia 2026.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Pemain Korea Selatan, Son Heung-Min. (Grafis: Skor.id)  Sumber:
Pemain Korea Selatan, Son Heung-Min. (Grafis: Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Kapten Tim Nasional Korea Selatan, Son Heung-min, dikabarkan telah menerima permintaan maaf resmi secara langsung dari jajaran baru pimpinan rombongan media Korea Selatan yang meliput tim di Meksiko.

Langkah tersebut menjadi upaya terbaru untuk meredakan ketegangan yang tengah terjadi antara skuad Taeguk Warriors dan media domestik selama ajang Piala Dunia 2026.

Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan tim, pertemuan antara Son dan perwakilan komite pers yang telah direstrukturisasi berlangsung pada Senin waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, para jurnalis menyampaikan permohonan maaf resmi terkait kontroversi yang memicu kemarahan para pemain Korea Selatan.

Perselisihan bermula setelah sebuah rekaman audio dari sesi latihan terbuka pada 7 Juni lalu tidak sengaja tersebar di internet. Dalam rekaman tersebut, terdengar sejumlah jurnalis Korea Selatan melontarkan komentar bernada meremehkan terkait status pengecualian wajib militer Son Heung-min.

Komentar tersebut memicu reaksi keras dari kubu tim nasional. Son sendiri diketahui telah menyelesaikan kewajiban wajib militer secara sah setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas cabang sepak bola pada Asian Games 2018.

Baca Juga: Daftar Tim Mobile Legends yang Sudah Lolos MSC 2026

Baca Juga: Update Bursa Transfer Super League Menuju Musim 2026-2027

Ucapan yang dianggap merendahkan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Son, tetapi juga menyasar pemain lain yang memperoleh skema serupa.

Kontroversi semakin membesar setelah ketua rombongan media sebelumnya memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas situasi yang berkembang. Kepemimpinan baru kemudian mengambil langkah cepat dengan menemui Son secara langsung untuk meminta maaf.

Meski Son menerima permintaan maaf tersebut, masa depan hubungan antara tim nasional dan media domestik masih belum jelas. Ketika ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya boikot media yang saat ini diterapkan skuad Korea Selatan, pemain berusia 33 tahun itu disebut tidak memberikan jawaban pasti.

Son menegaskan bahwa keputusan terkait pembukaan kembali akses media akan dibahas bersama seluruh anggota tim sebelum ditentukan secara resmi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa isu ini bukan hanya persoalan pribadi sang kapten, melainkan menyangkut solidaritas seluruh skuad.

Situasi diperburuk oleh laporan sejumlah media Amerika Latin dan Meksiko yang mengungkap adanya komentar negatif dari beberapa jurnalis Korea Selatan terhadap pelatih kepala Hong Myung-bo. Informasi tersebut dikabarkan telah sampai kepada pihak tim dan semakin memperlebar jarak antara pemain dengan media.

Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) telah berupaya menjadi mediator dalam konflik ini. Namun hingga kini, tim nasional masih mempertahankan pembatasan ketat terhadap aktivitas media.

Dengan Korea Selatan dijadwalkan menghadapi tuan rumah Meksiko pada laga penting Grup A, Jumat (19/6), ketegangan di luar lapangan ini menjadi tantangan tambahan yang harus dihadapi Son Heung-min dan rekan-rekannya dalam perjuangan mereka di Piala Dunia 2026.

× Image