Tunisia Tunjuk Eks Pelatih Timnas Arab Saudi untuk Selamatkan Diri di Piala Dunia 2026

SKOR.id - Timnas Tunisia mengambil langkah darurat untuk menyelamatkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Seperti diketahui, wakil Afrika tersebut mengawali kiprah di pesta akbar sepak bola dengan kekalahan telak 1-5 dari Swedia di laga pembuka Grup F, Minggu (14/6/2026) lalu.
Hasil itu membuat Omar Rekik dan kawan-kawan tersungkur di dasar klasemen, terancam gugur dini.
Sebab, dua lawan berikutnya tak kalah kuat dibanding Swedia, yakni raksasa Asia, Jepang, serta tim bertabur bintang, Belanda.
Namun, petinggi federasi belum mau lempar handuk. Keputusan ekstrem dieksekusi demi menjaga asa bertahan di Piala Dunia Dunia 2026.
Tak lama setelah dibantai oleh Swedia, Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF) memecat pelatih Sabri Lamouchi, kemudian mengumumkan pengganti yang lebih berpengalaman.
Sosok tersebut adalah Herve Renard, juru taktik asal Prancis yang sebelumnya pernah memimpin Arab Saudi di Piala Dunia 2022.
Pada edisi tersebut, The Green Falcons asuhan Renard bahkan mampu bikin kejutan dengan menjungkalkan favorit juara Argentina di fase grup.
Timnas Tunisia berharap, pelatih anyar mereka bisa mengulang kisah serupa tahun ini, mencatat hasil positif kontra Jepang dan Belanda untuk mengintip peluang ke babak 32 besar.
Sebagai informasi, langkah berani Tunisia ini merupakan sejarah di Piala Dunia. Sebelumnya, belum pernah ada tim yang langsung mengganti pelatih setelah hanya memainkan satu pertandingan.
Adapun Herve Renard bukan sosok asing bagi para penggemar sepak bola tanah air. Pasalnya, dia sempat memimpin Arab Saudi saat menghadapi Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pasukannya kalah 0-2 dari Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada November 2024, tapi mampu balas dendam di Jeddah, setahun berselang.
Tepatnya pada fase krusial, putaran keempat, di mana satu tiket langsung ke Piala Dunia 2026 diperebutkan.
Herve Renard berhasil membawa Arab Saudi unggul 3-2, dan akhirnya memuncaki klasemen setelah menang lagi atas Irak.
Tapi, dia secara mengejutkan didepak The Green Falcons pada April 2026, hanya dua bulan sebelum putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bergulir.
