Home > Futsal

Juru Taktik Timnas Futsal Indonesia Soroti Perkembangan Pelatih Lokal dari Pro Futsal League 2025-2026

Pelatih Timnas futsal Indonesia, Hector Souto, menyoroti kiprah para pelatih lokal seiring dengan berakhirnya Pro Futsal League 2025-2026.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Foto: FFI/Grafis: Yusuf/Skor.id)
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Foto: FFI/Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih Timnas futsal Indonesia, Hector Souto, menyoroti kiprah para pelatih lokal seiring dengan berakhirnya Pro Futsal League 2025-2026.

Kompetisi futsal putra profesional di Indonesia musim ini tersebut baru saja rampung pada akhir pekan lalu, dan langsung dikomentari Hector Souto.

Seiring dengan berakhirnya Pro Futsal League 2025-2026, juru taktik asal Spanyol itu mengunggah foto para pelatih dari tim empat besar atau final four.

Mereka adalah Reka Cahya (Bintang Timur Surabaya), Motonori Baba (Cosmo JNE FC), Nuno Venas (Black Steel Papua), dan Deny Handoyo (Fafage Banua).

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Pro Futsal League 2025-2026: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Motonori Baba dan Nuno Venas berasal dari Jepang dan Portugal, sedangkan dua nama lainnya merupakan pelatih lokal atau dari Indonesia.

“Pelatih, jangan pernah berhenti belajar. Salah satu keyakinan terkuat saya adalah bahwa pelatih lokal mampu belajar, berkembang, dan memimpin di level tertinggi,” tulis Hector Souto pada caption unggahan.

Ia pun menerangkan bahwa sejak September 2024, telah membuat Timnas futsal Indonesia menjadi satu-satunya dari empat negara kuat ASEAN yang mengandalkan pelatih lokal.

Mantan pelatih Bintang Timur itu memberi kepercayaan kepada pelatih lokal untuk memimpin Timnas futsal Indonesia dalam turnamen di Cina pada 2025.

Lalu untuk tim kelompok umur atau Garuda Musa saat tampil di Piala AFF Futsal U-16, U-19, dan Mini World Cup U-17 yang bahkan berlangsung di Spanyol.

“Fakta berbicara dengan sendirinya. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus jujur, pengalaman itu penting,” Hector Souto menambahkan.

“Tantangannya bukan terletak pada bakat. Tantangannya adalah paparan terhadap lingkungan yang penuh tuntutan serta komitmen yang tak tergoyahkan untuk terus belajar.”

“Menariknya, keempat pelatih di Final Four terakhir menempuh jalan yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan; mereka tidak pernah berhenti belajar.”

“Lingkungan yang berbeda. Mentor yang berbeda. Pengalaman yang berbeda. Cara bertumbuh yang berbeda. Pelatih lokal bisa melakukannya. Dan mereka sudah membuktikannya.”

“Lisensi dan diploma itu penting karena menetapkan standar minimum. Namun, keahlian yang sesungguhnya dibangun setiap hari melalui belajar, mengamati, bereksperimen, memanfaatkan teknologi, dan memiliki kerendahan hati.”

“Pertanyaannya bukan apakah pelatih lokal bisa berhasil. Pertanyaannya adalah apakah kita bersedia keluar dari zona nyaman untuk terus belajar.”

“Karena eksekusi adalah tanggung jawab setiap hari, dan proses berkembang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Seseorang menua menjelang akhir hidupnya, namun ia tetap belajar,” ia menutup dengan pesan.

Adapun Reka Cahya yang melanjutkan pelatih asing Juan Francisco Fuentes akhirnya bisa membawa Bintang Timur menjadi juara di Pro Futsal League 2025-2026.

Namun untuk gelar individu Pelatih Terbaik jatuh kepada Motonori Baba yang memimpin Cosmo JNE jadi finalis usai menyingkirkan Fafage Banua selaku pemuncak klasemen akhir babak reguler.

× Image