Enam Talenta Papua Football Academy Dipanggil Seleksi Timnas U-17 Indonesia

SKOR.id – Papua kembali mengetuk pintu Tim Nasional. Enam siswa Papua Football Academy (PFA) Batch 2 kelahiran 2010 resmi mendapat panggilan seleksi Timnas U-17 Indonesia, membuka peluang besar lahirnya generasi baru Garuda dari timur negeri.
Pemanggilan ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal kuat bahwa pembinaan usia muda di Papua mulai menunjukkan hasil konkret. Keenam pemain—Stenly Meyanu (Boven Digoel), Yance Glen Imbiri (Waropen), Melki Alvando Caussy Yatipai (Timika), serta trio Jayapura: Dolvinus Theofilus Salossa, Jupri Kogoya, dan Juan Frits Elvaldo Yom—akan mengikuti seleksi pada 6–14 Juni 2026 di Solo, Jawa Tengah.
Seleksi ini menjadi bagian dari persiapan Timnas U-17 Indonesia menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 pada November mendatang, sekaligus menyongsong kompetisi Elite Pro Academy 2026-2027.
Di balik pemanggilan ini, ada proses panjang yang ditempa dengan disiplin tinggi. Selama hampir tiga tahun, para pemain muda ini digembleng melalui sistem pembinaan terstruktur yang menggabungkan pendidikan formal dan pelatihan sepak bola modern.
Baca Juga: Shin Tae-yong Sambut Kedatangan Mariano Peralta, Mau Kumpulkan Pemain Timnas Indonesia di Persija
Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator kualitas pembinaan PFA yang semakin mendekati standar internasional.
“Kami bangga atas pemanggilan enam siswa PFA untuk mengikuti seleksi, hal ini membuktikan bahwa PFA secara bertahap sudah mampu menghasilkan pemain–pemain usia muda yang kompeten. Dukungan orang tua, kedisiplinan, dedikasi para pelatih, serta sistem yang berkelanjutan di PFA menjadi kunci sukses mereka. Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Papua lainnya untuk terus bermimpi, berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia dari timur,” ujar Claus.
Jam terbang internasional menjadi nilai tambah yang membuat para pemain ini menonjol di mata pencari bakat. Mereka pernah tampil di ajang World Cup Junior Antalya di Turki, serta menjalani training camp di Austria bersama FAK Austria Wien, First Vienna FC, dan FAC Wien. Tak hanya itu, pengalaman di Australia bersama Football West dan Perth Glory turut mengasah kemampuan teknis, taktis, hingga mental bertanding.
Direktur Akademi PFA, Wolfgang Pikal, menyambut positif kepercayaan dari PSSI dan melihat ini sebagai pintu besar bagi talenta Papua.
“Ini menjadi kesempatan besar bagi putra Papua untuk bisa membela Timnas Indonesia nantinya. Saat Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, berkunjung ke homebase PFA di Timika pada 28-30 Mei 2026 lalu, beliau menyatakan sangat terkesan melihat langsung potensi talenta muda Papua,” kata Wolfgang Pikal.
Dari dalam asrama, semangat dan haru mengiringi keberangkatan mereka ke Solo. Melki Alvando Caussy Yatipai mewakili rekan-rekannya menyampaikan rasa syukur dan harapan.
“Terima kasih untuk teman-teman semua. Saya mohon dukungan dan doa untuk kami yang akan berangkat mengikuti TC ini,” ucap Melki.
Hal senada diungkapkan Jupri Kogoya yang ingin langkah mereka menjadi pembuka jalan.
“Kami memohon doa dari para coaches, staf, dan teman-teman semua. Semoga kami berenam bisa membuka jalan bagi siswa Papua lainnya agar ke depan kita bisa bermain bersama di Timnas Indonesia,” ujarnya.
PFA kembali membuktikan bahwa dengan sistem pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, talenta dari Papua bukan hanya mampu bersaing—tetapi siap menjadi tulang punggung Merah Putih di level internasional.
Sumber: Papua Football Academy
