Persebaya Satu-satunya Tim 10 Besar Super League yang Pemainnya Tidak Dipanggil Timnas Indonesia

SKOR.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menetapkan 44 nama sementara untuk agenda FIFA Match Day Juni 2026. Seperti diketahui, pada agenda tersebut mereka akan menghadapi Oman (5/6/2026) dan Mozambik (9/6/2026). Seluruh laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Namun menariknya, dari daftar nama yang sudah dirilis, Persebaya Surabaya menjadi satu-satunya tim 10 besar Super League 2025-2026 yang pemainnya tidak dipanggil ke Timnas Indonesia.
Padahal, performa Persebaya cukup baik hingga akhirnya bisa finis di posisi keempat klasemen akhir Super League musim ini. Sebelumnya, pemain Persebaya yang pernah merasakan dipanggil Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terdapat Ernando Ari Sutaryadi dan Malik Risaldi.
Ernando menjadi pemain terakhir Persebaya yang pernah dipanggil Timnas Indonesia. Tepatnya saat menghadapi Irak pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, 11 Oktober 2025. Ketika itu, dia menjadi kiper cadangan bersama Nadeo Argawinata.
Baca Juga: Super League 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Tak Lagi Jadi Pelatih Kepala, Ini Statistik Bojan Hodak bersama Persib Bandung
Jika melihat daftar nama yang ada, paling tidak tim yang ada di posisi 10 besar itu ada satu pemain yang dipanggil. Bhayankgara Presisi Lampung FC, Bali United, Arema FC, serta Persita Tangerang misalnya. Mereka masing-masing diwakilkan satu pemain yaitu Muhammad Ferarri (Bhayangkara FC), Jens Raven (Bali United), Arkhan Fikri (Arema FC), serta Hokky Caraka (Persita).
Persija menjadi tim terbanyak dipanggil pemainnya yaitu delapan orang. Diikuti Dewa United (5), Persib Bandung (4), Borneo FC (3), dan Malut United (2).
Kalau bicara tim yang finis di luar 10 besar, ada PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar yang diwakili satu pemain yaitu Cahya Supriadi (PSIM) dan Rizky Eka Pratama (PSM). Bahkan, tim yang terdegradasi Persis Solo ikut menyumbangkan satu nama yakni kiper Muhammad Riyandi.
Menanggapi hal tersebut, pelatih Persebaya Bernardo Tavares memberikan respons yang bijak. Dia pun tidak ingin memusingkan hal tersebut. Apalagi soal pemilihan pemain disadari betul adalah hak pelatih Timnas Indonesia.
“Sebagai pelatih, memanggil pemain harus sesuai kebutuhan tim dan kualitas pemain tersebut,” ucap Tavares.
“Kami harus fokus bekerja. Kami tidak bisa mengontrol hal ini. Kami harus menghormati keputusan ini dan tetap rendah hati dan bekerja keras. Tentu sebagai pelatih saya ingin punya pemain di Timnas. Tapi kalau mereka merasa pemain kami belum punya kualitas yang cukup, maka jawaban kami adalah bekerja untuk mengembangkan pemain dan tim,” jelas pelatih asal Portugal itu.
Sementara itu, 23 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta pada akhir Mei ini sudah berdatangan, Selasa (26/5/2026). Pemusatan latihan rencananya akan diselenggarakan hingga 30 Mei 2026, yang nantinya bakal menjadi bahan pertimbangan untuk skuad Piala AFF 2026.
