Home > Super League

Bojan Hodak Akui Persib Beruntung Bisa Juara Super League 2025-2026

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyebut persaingan lebih sulit di Super League 2025-2026 yang jadi bukti peningkatan kualitas kompetisi.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Grafis: Yusuf/Skor.id)
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui ada faktor keberuntungan dari keberhasilan menjuarai Super League 2025-2026, sebab lebih sulit dari musim-musim sebelumnya.

Maung Bandung, julukan Persib, resmi menjadi juara Super League 2025-2026 pada Sabtu (23/5/2026), setelah tidak tergeser dari posisi puncak klasemen hingga musim berakhir.

Hasil imbang tanpa gol menjamu Persijap Jepara di pekan ke-34 sudah cukup untuk memastikan diri sebagai kampiun. Sebab unggul head to head dari Borneo FC meski poinnya sama; 79 poin.

Keberhasilan menjadi yang terbaik pada Super League 2025-2026 sekaligus membuat Persib menjadi juara dalam tiga musim terakhir kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Super League 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Championship 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengka

Meski begitu, Bojan Hodak mengakui ada faktor keberuntungan yang membuat Maung Bandung bisa hat-trick juara, karena sejatinya kompetisi terasa lebih sulit dengan banyaknya perubahan di skuad.

Faktor keberuntungan itu pula yang jadi pembeda dengan para pesaingnya di Super League 2025-2026, hingga akhirnya Persib lah yang bisa menutup kompetisi sebagai kampiun usai bersaing ketat.

“Ini sangat beruntung (tertawa). Dengar, tiga tahun berturut-turut (menjadi juara), tahun ini jauh lebih sulit daripada tahun lalu karena kita mengganti 25 pemain,” kata Bojan Hodak.

“Dua tahun lalu kita pada dasarnya memiliki tim yang sama, hanya mendatangkan satu atau dua pemain. Jadi tahun ini jauh lebih sulit, tapi entah bagaimana kita berhasil meraihnya (juara). Jadi, mungkin, keberuntungan. Banyak keberuntungan.”

“(Pesaing) Kurang beruntung. Mereka tidak punya keberuntungan (tertawa). Mereka tim yang bagus tapi tidak beruntung. Dengar, tahun ini jauh lebih berat karena tim-tim boleh memainkan tujuh pemain asing.”

“Dan di setiap tim, punya lima atau enam pemain lokal yang bagus, jadi sangat sulit untuk menang (pada Super League 2025-2026),” pelatih asal Kroasia itu menjelaskan usai awarding ceremony.

Lebih lanjut Bojan Hodak menilai ketatnya persaingan pada Super League 2025-2026 menjadi bukti dari adanya peningkatan kualitas kompetisi di Indonesia, dan dinilai bisa berlanjut pada musim depan.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengangkat trofi Super League 2025-2026 di Stadion GBLA, Bandung, pada 23 Mei 2026. (Foto: Yogie Gandanaya/Skor.id)
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengangkat trofi Super League 2025-2026 di Stadion GBLA, Bandung, pada 23 Mei 2026. (Foto: Yogie Gandanaya/Skor.id)

Persiapan yang dilakukan klub untuk memperkuat tim juga dinilai berpengaruh, dan ia pun merasa apa yang dialami Borneo FC pada musim ini, tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Saya pikir kualitas liga meningkat dibandingkan musim-musim sebelumnya, jadi ini jauh lebih berat. Tahun lalu, dengan poin yang kami menangkan tahun lalu, kami hanya akan berada di peringkat empat atau lima tahun ini,” ucapnya.

“Jadi kalian bisa melihat bahwa ada tiga tim yang benar-benar bersiap lebih baik dari yang lain, mungkin pencarian bakatnya (scouting) lebih baik dari yang lain, dan pada akhirnya, ini jauh lebih berat dari sebelumnya.”

“Saya rasa tidak pernah terjadi sebelumnya tim dengan 79 poin tidak bisa menjadi juara. Dan, kita lihat saja, tahun depan kita lihat lagi (akan seperti apa),” eks-pelatih PSM Makassar itu menjabarkan.

Sementara itu terkait hasil pertandingan penutup, yang mana Persib gagal menang atas Persijap, ia tidak mempermasalahkan sebab dinilainya tidak akan ada yang ingat dengan imbang 0-0 itu.

“Pertandingan hari ini kosong-kosong. Kami punya peluang tapi tidak bisa mencetak gol, tapi siapa yang peduli?. Hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah akhirnya pertandingan selesai,” kata Bojan Hodak.

“Musim ini berakhir, semua orang lelah dan ingin segera pergi berlibur. Tidak akan ada yang mengingat pertandingan ini, tidak akan ada yang mengingat apapun, semua orang hanya akan mengingat pialanya dan itu saja,” ia menambahkan.

× Image