Home > Esports

Staff Pelatih Team Liquid ID Soroti Performa Mantan Anak Asuhnya di RRQ

Facehugger memberikan komentar terkait dengan performa yehezkiel di timnya saat ini RRQ Hoshi
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
RRQ Sumber:Grafis: Jovi Arnanda/SKOR.id
RRQ Sumber:Grafis: Jovi Arnanda/SKOR.id

SKOR.id - Performa Yehezkiel bersama sepanjang musim ini memang menjadi sorotan publik. Hasil yang kurang memuaskan membuat banyak pihak mempertanyakan kontribusi sang pemain di dalam tim.

Namun, mantan pemain yang juga staff pelati di Team Liquid ID, Facehugger, justru melihat situasi tersebut dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, performa RRQ musim ini tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas asli yang dimiliki Yehezkiel.

Dalam pernyataannya, Facehugger menilai Yehezkiel masih memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain yang lebih matang di masa depan. Ia memahami tekanan besar yang dihadapi seorang pemain ketika tim gagal memenuhi ekspektasi, terutama di organisasi sebesar RRQ yang selalu dituntut bersaing di papan atas.

“Kalau pesan buat Yehezkiel, ya tetap berusahalah, tetap semangat. Gue sama dia pernah alamin nggak lolos Playoff bareng, masuk Playoff bareng, sama juara bareng. Mungkin memang belum rezekinya saja,” ujar Facehugger.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Facehugger memahami perjalanan karier seorang pemain profesional tidak selalu berjalan mulus. Ia bahkan mengaitkan pengalaman pribadinya bersama Yehezkiel, mulai dari merasakan kegagalan hingga meraih gelar juara bersama. Hal itu menjadi bukti bahwa perkembangan seorang pemain membutuhkan waktu, proses, dan pengalaman.

Lebih lanjut, Facehugger menilai kemampuan gameplay Yehezkiel sebenarnya masih cukup menjanjikan. Menurutnya, sang pemain masih mampu mengejar ketertinggalan dan beradaptasi dengan perkembangan meta kompetitif yang terus berubah di scene .

“Soalnya kalau kita lihat dari sisi gameplay, menurut gue dia masih catch up, dan masih bisa berkembang lebih jauh sih,” lanjutnya.

Komentar tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Yehezkiel belum kehilangan potensinya sebagai pemain profesional. Di tengah kritik yang datang dari komunitas, dukungan dari sosok senior seperti Facehugger tentu menjadi dorongan moral yang penting. Apalagi, banyak pemain besar di scene MLBB Indonesia juga pernah mengalami fase sulit sebelum akhirnya kembali bangkit.

Musim yang kurang maksimal bersama RRQ bisa menjadi pelajaran berharga bagi Yehezkiel untuk memperbaiki performa individu maupun mental bertanding. Dengan usia yang masih relatif muda dan pengalaman bermain di level kompetitif tertinggi, peluang untuk berkembang masih sangat terbuka.

Kini, publik tentu menantikan bagaimana langkah Yehezkiel selanjutnya. Jika mampu memanfaatkan pengalaman musim ini sebagai bahan evaluasi, bukan tidak mungkin ia akan kembali tampil lebih kuat dan membuktikan kualitasnya bersama RRQ di kompetisi mendatang.

× Image