Pasang Surut Afrika Selatan, Piala Dunia 2026 Jadi Akhir Penantian 16 Tahun

SKOR.id - Afrika Selatan padalah salah satu kekuatan yang disegani di antara negara-negara Afrika lainnya, tetapi mereka mengalami pasang surut di pentas internasional.
Pada ajang Piala Dunia 2010, Afrika Selatan mengguncang dunia ketika mereka menjadi tuan rumah dengan menghadirkan berbagai kenangan.
Mulai dari vuvuzela dengan suara khasnya di sepanjang Piala Dunia 2010, hingga lagu Waka Waka (This Time for Africa) yang menggema di seantero dunia.
Afrika Selatan yang tampil di laga pembuka juga menjadi perhatian lewat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala, meski akhirnya harus puas dengan skor imbang 1-1.
Baca Juga: Bintang Piala Dunia 2026: Jude Bellingham, Menanti Pembuktian di Musim yang Berantakan
Baca Juga: Kilas Balik Piala Dunia 1954: Miracle of Bern Jadi Saksi Gelar Perdana Jerman Barat
Mereka kemudian kalah telak 0-3 di tangan Uruguay, sebelum membuat kejutan dengan mengalahkan Prancis 2-1 di laga penutup.
Kejutan tersebut seolah terlupakan begitu saja, Afrika Selatan kemudian menghilang dari pentas dunia, mereka hanya menjadi penonton di edisi berikutnya.
Pasang Surut Afrika Selatan
Setelah mengakhiri masa isolasi olahraga di awal 1990, Afrika Selatan memulai era baru yang terus berkembang pesat. Mereka mencoba pada kualifikasi Piala Dunia 1994, tetapi belum berhasil.
Namun, upaya mereka terbayarkan dengan berhasil lolos ke Piala Dunia 1998, dan Piala Dunia 2002 secara beruntun.
Pada Piala Dunia 1998, mereka gagal lolos dari fase grup, dengan catatan dua kali imbang dan sekali kalah. Sedangkan di Piala Dunia 2002 mereka kalah selisih gagal lolos dari fase grup karena kalah selisih gol dari Paraguay.
Pada Piala Dunia 2002, Afrika Selatan juga mencatatkan kemenangan perdana mereka, yaitu saat menekuk Slovenia 1-0.
Afrika Selatan sempat diperkuat generasi emas pada pertengahan 90an hingga awal 2000-an. Mereka sempat mencicipi gelar Piala Afrika 1996, menjadi runner up 1998 dan tempat ketiga pada tahun 2000.
Kala itu, pemain bertalenta seperti Shaun Bartlett, hingga Benni McCarthy pada tahun 2000-an menjadi salah satu kekuatan utama tim.
Namun, periode keemasan mereka kemudian memudar, tim Bafana Bafana absen pada Piala Dunia 2006, sebelum akhirnya kembali tampil di Piala Dunia 2010 sebagai tuan rumah.
Di level kontinental, Afrika Selatan juga belum berhasil mengulang kesuksesan kembali menjuarai Piala Afrika.
Mereka bahkan sempat tidak lolos di edisi 2010, 2012, 2017, dan 2021. Catatan terbaik mereka adalah di tahun 2023, ketika menempati peringkat ketiga.
Keberhasilan menempati peringkat ketiga di Piala Afrika 2023 menjadi momentum terbaik bagi tim Bafana Bafana. Mereka juga sukses di babak kualifikasi Piala Dunia, yang mengantarkan ke putaran final Piala Dunia 2026.
Ini menjadi pertama kalinya bagi Afrika Selatan untuk lolos ke Piala Dunia melalui fase kualifikasi, sejak terakhir pada edisi 2002.
Di level klub, kesuksesan Mamelodi Sundowns melaju ke final Liga Champions Afrika 2025 dinilai menjadi simbol kebangkitan lainnya.
Kini Afrika Selatan bersiap kembali, di bawah asuhan pelatih senior, Hugo Broos, Piala Dunia 2026 menjadi saksi kembalinya salah satu kekuatan Afrika untuk pertama kali dalam 16 tahun.
Artikel lain Piala Dunia 2026 dapat dilihat di sini.
Sumber: FIFA, Transfermarkt
