Home > Timnas Indonesia

Eksklusif John Herdman: Bongkar Masalah Lini Depan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan penyebab utama skuad Garuda kerap kesulitan mencetak gol.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: Firas Naufal/Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) 
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: Firas Naufal/Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan penyebab utama skuad Garuda kerap kesulitan mencetak gol, terutama saat menghadapi lawan dengan kekuatan seimbang. Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata soal kualitas penyerang, melainkan menyangkut pendekatan kolektif tim saat menyerang.

Herdman menilai, Indonesia sebenarnya memiliki pemain dengan potensi sebagai pencetak gol. Salah satunya adalah Ole Romeny yang disebutnya punya kapasitas, meski masih membutuhkan waktu untuk membuktikan konsistensinya.

“Ole Romeny, saya pikir, memiliki kapasitas itu dan seiring waktu dia akan menunjukkannya. Tapi sementara itu, kita harus membangun mentalitas kolektif,” kata John Herdman, dalam wawancara eksklusifnya bersama Skor.id yang tayang dalam program DISKORD di kanal Youtube Skor Indonesia, Sabtu (16/5/2026) pagi WIB.

Masalah utama, menurut Herdman, terletak pada minimnya jumlah pemain yang benar-benar masuk ke area berbahaya. Saat menghadapi Bulgaria, ia melihat lini depan Timnas Indonesia kurang terisi secara optimal.

Baca Juga: Pelatih Qatar dan Thailand Punya Penilaian yang Sama Tentang Timnas Indonesia

Baca Juga: Head-to-Head Timnas Indonesia vs Semua Lawan di Grup F Piala Asia 2027

“Jika mereka bertahan dengan empat pemain, seringkali kita hanya memiliki satu pemain di lini terakhir,” jelas pelatih asal Inggris itu.

Kondisi tersebut membuat peluang mencetak gol menjadi terbatas karena kurangnya tekanan di lini pertahanan lawan. Selain itu, Herdman juga menyoroti tidak adanya pergerakan penting di momen krusial.

“Ketika kami sudah masuk ke area menyerang dan dekat kotak penalti, lari ke zona satu atau ke tiang depan untuk menarik perhatian pemain bertahan itu tidak terjadi,” tambah eks pelatih Timnas Kanada itu.

Ia menjelaskan bahwa pergerakan tanpa bola sangat penting untuk membuka ruang. Tanpa itu, serangan akan mudah dibaca dan dipatahkan lawan.

“Jika lari tidak dilakukan, ruang itu tidak akan terbuka,” ucapnya.

Lebih lanjut, Herdman menekankan pentingnya kerja tanpa pamrih dalam skema menyerang. Pemain harus berani melakukan pergerakan yang mungkin tidak langsung menghasilkan gol, tetapi krusial untuk menciptakan ruang bagi rekan setim.

“Harus ada komitmen untuk melakukan pekerjaan tanpa pamrih, menarik beberapa pemain bertahan, lalu pemain lain menyerang ruang yang terbuka,” katanya.

Dari evaluasi tersebut, Herdman menegaskan bahwa peningkatan produktivitas gol Timnas Indonesia harus dibangun dari perubahan pola pikir tim secara keseluruhan, bukan hanya mengandalkan satu sosok di lini depan.

Untuk menyaksikan wawancara selengkapnya, silakan klik video di bawah ini:

× Image