Home > Futsal

Hasil Kongres Biasa FFI Resmi Bertransformasi Jadi Asosiasi Futsal Indonesia

Salah satu keputusan utama adalah penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi agar selaras dengan Statuta PSSI 2025.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Konferensi pers Kongres Biasa Federasi Futsal Indonesia (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id) Sumber:
Konferensi pers Kongres Biasa Federasi Futsal Indonesia (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, mengungkapkan sejumlah keputusan strategis hasil kongres terbaru yang digelar organisasi futsal nasional.

Dalam pernyataannya, Michael menegaskan bahwa rangkaian agenda kongres kali ini menghasilkan beberapa langkah penting yang menjadi fondasi baru bagi perkembangan futsal Indonesia ke depan.

Menurut Michael, kongres diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian tim nasional futsal Indonesia dan perkembangan kompetisi liga domestik. Evaluasi tersebut menjadi pijakan untuk menyusun arah kebijakan organisasi agar mampu mendorong peningkatan prestasi di level nasional maupun internasional.

“Tadi kami menyelesaikan serangkaian acara. Di kongres ini ada beberapa hal signifikan. Selain review pencapaian timnas futsal dan perkembangan liga, kami juga memutuskan beberapa hal strategis,” ujar Michael.

Salah satu keputusan utama adalah penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi agar selaras dengan Statuta PSSI 2025. Michael menjelaskan, penyesuaian ini menjadi langkah penting demi memastikan tata kelola organisasi futsal berjalan sejalan dengan regulasi induk sepak bola nasional.

“Penyesuaian AD/ART futsal mengacu pada statuta PSSI 2025 dan kami memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Namun peserta kongres sudah menyetujui langkah tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, kongres juga menyepakati perubahan identitas organisasi. Nama Federasi Futsal Indonesia secara resmi akan diubah menjadi Asosiasi Futsal Indonesia. Michael menilai perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan agar futsal Indonesia memiliki struktur organisasi yang lebih kuat dan modern.

“Setelah kongres ini, perubahan nama tersebut akan kami laporkan kepada PSSI untuk ditindaklanjuti agar tetap sesuai dengan statuta PSSI,” jelasnya.

Perubahan lain yang turut diputuskan adalah penyegaran struktur kepengurusan. Michael mengumumkan penunjukan Budi Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal baru. Sementara di jajaran wakil ketua umum, selain Atta Halilintar, kini terdapat Wakil Ketua Umum II yang diemban Novel.

Michael menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil dalam kongres memiliki visi besar untuk memperkuat sinergi antara futsal dan sepak bola Indonesia. Ia memastikan transformasi yang dimulai di tingkat pusat nantinya akan diteruskan hingga level daerah.

“Langkah kami sudah jelas, membangun sinergi dan ekosistem dengan sepak bola. Apa yang sudah terjadi di pusat akan lanjut ke level daerah. Pesan dari Pak Erick, kalau futsal ingin naik kelas maka organisasinya juga harus naik kelas,” tutup Michael.

Transformasi ini diharapkan menjadi momentum baru bagi futsal Indonesia untuk berkembang lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing di kancah internasional.

× Image