Home > Basketball

Campus League 2026 Basketball Regional Jogja Ditutup MoU untuk Bangun Ekosistem Olahraga Mahasiswa Jangka Panjang

Cabang olahraga bola basket Campus League Season 1 fase regional di Yogyakarta dimenangkan UKSW dan SCU untuk kategori putra dan putri, Kamis (7/5/2026).
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Campus League 2026 atau Season 1 Basketball Series Jogja. (Dok. Campus League)
Campus League 2026 atau Season 1 Basketball Series Jogja. (Dok. Campus League)

SKOR.id - Campus League 2026 atau Season 1 Basketball Series Jogja ditutup pada Kamis (7/5/2026), yang sekaligus jadi momentum membangun ekosistem olahraga jangka panjang untuk jenjang mahasiswa.

Campus League 2026 Basketball Series Jogja berlangsung pada 30 April hingga 7 Mei 2026, yang digelar terpusat di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman.

Hari puncak penyelenggaraan tidak hanya menggelar final untuk dua kategori, putra-putri, tetapi juga menjadi momen terjalinnya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan dilakukan oleh CEO Campus League, Ryan Gozali, bersama Rektor UII, Fathul Wahid. Ikatan kerja sama kedua pihak dilakukan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang di kalangan mahasiswa.

Baca Juga: Pemusatan Latihan Menuju Asian Games 2026, Timnas Basket Putri Panggil 24 Pemain

Baca Juga: Cari Skuad Ideal buat Asian Games 2026, Timnas Basket 3x3 Putri Indonesia Jajal Women's Series Manila

UII didorong untuk membentuk tim olahraga almamater dan pada tahap lanjutan diharapkan dapat membangun stadion berstandar multi-cabor. Pembangunan fasilitas dinilai krusial oleh pihak Campus League.

Sebab untuk mendukung transformasi format kompetisi ke depannya, yakni dari sistem turnamen seri menjadi format laga kandang-tandang (home and away). Kedua pihak pun berharap dapat menciptakan poros baru.

"Penandatanganan kerja sama ini akan bertahap, di mana secara general ini menjadi payung kerja sama bagi UII untuk membuat tim-tim olahraga atas nama almamater,” kata Ryan Gozali.

“Pada tahap yang advanced, kami berharap UII bisa berekspansi membuat stadion dengan standar dari Campus League. Karena kami ingin membuat poros baru pembinaan di level mahasiswa.”

“Kompetisi harus berubah dari format series ke dalam format home and away yang sangat membutuhkan kehadiran stadion berstandar multi-cabor. Yogyakarta merupakan kota mahasiswa dan kampus, jadi memang sudah selayaknya animo dari olahraga kampus di sini cukup besar,” ia menjabarkan.

Selain fokus pada infrastruktur dan format kompetisi, kerja sama ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter mahasiswa. UII melihat kolaborasi ini sebagai wadah untuk melahirkan “student-athlete plus”.

Yakni individu yang tidak hanya unggul secara akademik dan berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta menjunjung tinggi sportivitas.

"Gagasan dari Campus League ini sangat positif karena tidak hanya menggabungkan sportivitas dan akademik, tetapi juga dielaborasi dengan pilar kepedulian sosial dari para atlet,” kata Fathul Wahid.

“Kami berharap ini tidak sekadar menghasilkan atlet, tetapi juga melahirkan manusia-manusia baru yang menghargai sportivitas, taat pada peraturan, dan tidak suka curang,” ia menambahkan.

Tim basket putri Soegijapranata Catholic University (bawah) dan tim basket putra Universitas Kristen Satya Wacana (atas) merayakan gelar juara Campus League 2026 Basketball Series Jogja pada 7 Mei 2026. (Dok. Campus League) Sumber:
Tim basket putri Soegijapranata Catholic University (bawah) dan tim basket putra Universitas Kristen Satya Wacana (atas) merayakan gelar juara Campus League 2026 Basketball Series Jogja pada 7 Mei 2026. (Dok. Campus League) Sumber:

Sementara itu dari hasil kompetisinya, Campus League 2026 Basketball Series Jogja melahirkan juara yang berbeda untuk setiap kategorinya.

Pada sektor putri, Soegijapranata Catholic University (SCU) mengunci status kampiun usai mengakhiri perlawanan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan skor 63-31.

Sedangkan di kategori putra, gelar juara menjadi milik UKSW setelah sukses menumbangkan perlawanan Universitas Semarang dengan skor 60-54.

“Di pertandingan final, yang paling menentukan bukan lagi skill atau fisik, tapi mental. Selama mental anak-anak siap menghadapi pertandingan, saya yakin semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” kata Pelatih Tim Putri SCU, Arief Djazuli.

Adapun pelatih Tim Putra UKSW, Revan Jonathan, bertutur kemenangan anak asuhnya tak lepas dari strategi dan observasi terhadap gaya permainan lawannya.

“Kemenangan ini akan menjadi motivasi dan tentu saja evaluasi karena kami masuk ke The Nationals yang artinya lawan diprediksi akan lebih berat,” ia memungkasi usai menjadi kampiun.

Kemenangan UKSW dan SCU di Campus League 2026 Basketball Regional Jogja sekaligus membawa keduanya ke seri nasional atau The Nationals yang akan berlangsung di Jakarta pada 6-13 Juni 2026.

× Image