Detail Format FIFA ASEAN Cup 2026 Terungkap! Undang 3 Negara di Luar Asia Tenggara

SKOR.id - Pembahasan mengenai FIFA ASEAN Cup 2026 terus mencuri perhatian. Format turnamen yang digagas FIFA itu pun kini mulai terungkap secara detail.
Setidaknya itu berdasarkan laporan yang dituliskan The Straits Times. Menurut laporannya, turnamen ini menawarkan hadiah yang menggiurkan. Juara pada edisi perdana dijanjikan membawa pulang hadiah sebesar USD1 juta - angka yang jauh melampaui hadiah juara Piala AFF 2024.
Sebagai perbandingan, Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) memberikan USD300.000 kepada Vietnam saat menjuarai edisi 2024. Artinya, FIFA ASEAN Cup 2026 menghadirkan lonjakan signifikan dalam aspek finansial, yang berpotensi meningkatkan daya tarik kompetisi.
Peluncuran turnamen ini diumumkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 26 Oktober 2025 di sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur. Meski sempat minim detail, FIFA mulai membuka gambaran lebih jelas dalam Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, pada 30 April lalu.
Dari dokumen yang didapatkan The Straits Times, format kompetisi diproyeksikan melibatkan 14 tim yang terbagi ke dalam dua divisi. Delapan tim akan bersaing di Divisi 1, sementara enam tim lainnya menghuni Divisi 2. Masing-masing divisi dibagi lagi ke dalam dua grup.
Untuk lokasi, Indonesia disebut akan menjadi tuan rumah salah satu grup Divisi 1, sementara satu grup lainnya masih menunggu konfirmasi. Adapun seluruh pertandingan Divisi 2 direncanakan berlangsung di Hong Kong.
Menariknya, selain negara-negara Asia Tenggara, turnamen ini juga berpotensi mengundang Cina dan India. Komposisi divisi akan ditentukan berdasarkan peringkat dunia, sehingga kecil kemungkinan adanya sistem promosi dan degradasi.
Jika mengacu pada ranking FIFA saat ini, Divisi 1 berpotensi diisi oleh Thailand (93), Cina (94), Vietnam (99), Indonesia (122), Filipina (135), India (136), Malaysia (138), dan Singapura (147). Sementara Divisi 2 kemungkinan dihuni oleh Hong Kong (155), Myanmar (158), Kamboja (177), Laos (185), Brunei (193), dan Timor-Leste (200).
Dari sisi format pertandingan, turnamen ini tidak akan menggunakan fase semifinal. Setelah fase grup, juara grup akan langsung berhadapan untuk menentukan juara divisi, sementara runner-up memperebutkan posisi ketiga. Dengan skema ini, setiap tim hanya akan memainkan dua hingga empat laga.
Selain hadiah utama, setiap tim juga dijamin menerima biaya partisipasi sebesar USD125.000. Bonus tambahan akan diberikan untuk setiap kemenangan atau hasil imbang. Secara keseluruhan, total hadiah turnamen diperkirakan melampaui USD4 juta.
FIFA dijadwalkan merilis detail resmi turnamen ini paling lambat 1 Juni mendatang. Kehadiran kompetisi ini pun diprediksi akan membuat kalender tim-tim Asia Tenggara semakin padat.
Sumber: The Straits Times
