Home > TIMNAS INDONESIA

Pengakuan Pelatih Irak Sebut Timnas Indonesia Dirugikan Saat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengungkap hal yang merugikan Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Timnas Irak yang dipimpin Graham Arnold sempat mengalahkan Indonesia. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Timnas Irak yang dipimpin Graham Arnold sempat mengalahkan Indonesia. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih tim nasional (timnas) Irak, Graham Arnold, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya terkait perjalanan timnya bahkan soal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Graham Arnold yang memegang kendali Irak sejak Mei 2025, akhirnya sukses membawa anak asuhnya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Pada perbincangannya dalam kanal YouTube The Howie Games, pelatih asal Australia itu mengungkap tantangan besar saat menerima pekerjaan untuk menangani Irak.

Irak belum pernah lolos ke Piala Dunia dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, tantangan besar ini membuat Graham Arnold tertarik menangani mereka.

Baca Juga: Resmi, Oman Tantang Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Baca Juga: Daftar 23 Pemain Timnas U-17 Indonesia untuk Piala Asia U-17 2026, Mierza Firjatullah Dicoret

"Saya mungkin tidak akan pernah menerima pekerjaan ini kalau mereka sudah lolos dalam 10 tahun terakhir," ujar Graham Arnold.

"Fakta bahwa mereka belum lolos selama 40 tahun menunjukkan kepada saya betapa besarnya tantangan yang akan saya hadapi, dan saya suka tantangan besar," ujarnya menambahkan.

Pelatih Timnas Irak berkebangsaan Australia, Graham Arnold. (Grafis: Skor.id)
Pelatih Timnas Irak berkebangsaan Australia, Graham Arnold. (Grafis: Skor.id)

Graham Arnold melanjutkan tongkat estafet kepelatihan dari Jesus Casas, ia meraih satu kemenangan serta sekali kalah dalam dua laga tersisa di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Irak dipertemukan dengan Indonesia dan Arab Saudi di Grup B.

Ada momen Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang disorot oleh Graham Arnold dalam wawancara dengan Mark Howard tersebut.

Irak akhirnya finis di peringkat kedua Grup B, di bawah Arab Saudi, dengan perolehan empat poin, setelah menang 1-0 atas Indonesia dan imbang 0-0 melawan Arab Saudi.

Di sisi lain, Arab Saudi memuncaki klasemen setelah menang 3-2 atas Indonesia diikuti hasil imbang melawan Arab Saudi.

Graham Arnold menilai kriteria aturan berubah, sehingga Arab Saudi berhak lolos ke Piala Dunia 2026, sedangkan mereka harus melalui babak playoff lebih dulu.

"Mereka (Arab Saudi) lolos. Kami punya selisih gol yang sama, poin yang sama. Mereka mengubah aturannya, kriteria berikutnya adalah tim yang mencetak gol terbanyak," ujar Graham Arnold.

"Mereka mencetak tiga gol, kami satu gol. Selisih gol sama, poin sama, dan Saudi lolos karena mencetak lebih banyak gol dari kami," ujarnya menambahkan.

Lebih jauh, pria 62 tahun itu mengungkap bahwa aturan yang berubah membuat Timnas Indonesia dirugikan.

Selain itu, Graham juga mempertanyakan keputusan akhir soal pemilihan tuan rumah ronde keempat yang akhirnya jatuh kepada Qatar dan Arab Saudi.

"Soal playoff itu, saya harus bilang saya benar-benar merasa sangat kasihan pada Indonesia di grup kami, karena itu benar-benar tidak adil. Di pertandingan playoff berlangsung di Saudi dan di Qatar," ujar Graham.

"Ketika saya menghadiri pengundian di awal kampanye bersama Australia, kami diberitahu bahwa venue play-off akan bersifat netral. Tapi kemudian ketika pengundian resmi dilakukan, tiba-tiba aturannya berubah dua tim berperingkat tertinggi akan menjadi tuan rumah."

"Saya pikir, "Oh bagus, berarti kami yang jadi tuan rumah." Karena Qatar berperingkat 53, Irak 57, Saudi 58. Tapi entah bagaimana Saudi yang justru menjadi tuan rumah grup itu," ujarnya menambahkan.

Menurut Graham, jadwal pertandingan sangat tak menguntungkan bagi Indonesia.

Skuad Garuda harus tampil dengan persiapan singkat, sedangkan Arab Saudi punya persiapan lebih lama.

"Lalu jelas Indonesia, mereka tiba pada hari Senin, sebagian pemain baru datang Selasa, dan langsung harus bermain Rabu malam melawan Saudi," ujarnya.

"Kami kemudian bermain melawan Indonesia Sabtu malam dan menang. Saudi mendapat istirahat enam hari, tujuh hari, sementara kami hanya punya dua, tiga hari setelah laga melawan Indonesia di hari Sabtu sebelum menghadapi Saudi," ujarnya menambahkan.

Sumber: YouTube The Howie Games

× Image