Home > Liga Inggris

Kiprah Frank Lampard di Coventry City, dari Calon Degradasi hingga Akhiri Penantian 25 Tahun

Kiprah Frank Lampard membawa Coventry City akhiri penantian 25 tahun kembali ke kasta teratas Liga Inggris, Premier League.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Pelatih Coventry City, Frank Lampard. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id).
Pelatih Coventry City, Frank Lampard. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id).

SKOR.id - Frank Lampard sukses menerapkan racikan strateginya musim ini, terbukti dari kesuksesan Coventry City memperoleh jatah promosi.

Musim 2025-2026, Frank Lampard memimpim Coventry City dalam perjuangan mereka di EFL Championship, atau kasta kedua Liga Inggris.

Coventry City menatap awal musim 2025-2026 dengan harapan besar, sebab mereka memiliki kesempatan emas untuk promosi musim lalu setelah melalui perjuangan yang tak mudah.

Kerja keras mereka terbayarkan di akhir musim 2025-2026, Coventry City memastikan diri promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris, Premier League.

Baca Juga: Mengintip Peluang Gelar Juara Premier League 2025-2026 Ditentukan Lewat Selisih Gol

Baca Juga: 10 Tahun setelah Keajaiban Juara Liga Inggris, Leicester City Turun ke Kasta 3

Kepastian promosi diperoleh pada pada pekan ke-43, ketika tim dengan sebutan The Sky Blues tersebut bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers.

Perolehan poin Coventry City tak lagi terkejar, apalagi dengan kemenangan 5-1 atas Portsmouth di pekan berikutnya yang memastikan mereka menjadi juara EFL Championship.

Perjalanan Tak Mudah Frank Lampard

Frank Lampard datang ke Coventry City membawa harapan baru, ia langsung mengemban tugas berat, menggantikan pelatih andalan sebelumnya, Mark Robins, yang telah memimpin sejak Maret 2017.

Mark Robins adalah sosok yang berjasa membawa mereka promosi dari kasta keempat ke kasta ketiga pada musim 2017-2018.

Logo Coventry City. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Logo Coventry City. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

Selain itu, Mark Robins jugalah yang membawa The Sky Blues naik ke kasta ketiga di musim 2019-2020.

Frank Lampard kemudian datang di saat kritis, Coventry City tampil buruk di musim 2024-2025, hingga pekan ke-17, mereka terpaku di peringkat 17 dengan 17 poin.

Bahkan, Coventry hampir masuk zona degradasi EFL Championship. Mereka hanya terpaut dua poin saja dari zona degradasi.

Kala itu, Coventry City hanya mencatatkan empat kemenangan, lima kali imbang, dan sudah delapan kali kalah. Mereka mencetak 22 gol dan 25 poin.

Namun, kedatangan Frank Lampard seolah membawa keajaiban, ia mampu mendongkrak performa Coventry City di sisa musim EFL Championship.

Total dalam 29 pertandingan musim reguler, Frank Lampard mempersembahkan 16 kemenangan, empat kali imbang, dan mengalami sembilan kekalahan.

Hasilnya, Coventry sukses finis di peringkat kelima, dengan perolehan 69 poin, hasil dari 20 kemenangan, sembilan kali imbang, dan 17 kekalahan dalam 46 laga.

Mereka pun berhak melaju ke babak playoff EFL Championship, untuk memperebutkan satu tiket promosi, mengikuti jejak Leeds United dan Burnley yang otomatis mendapatkannya setelah finis di peringkat 1 dan 2.

Berjumpa Sunderland di babak semifinal playoff promosi ke Premier League, Frank Lampard harus menunda keinginan membawa Coventry kembali berkiprah di kasta teratas Liga Inggris.

Coventry kalah 1-2 dari Sunderland di leg pertama, dan hanya bermain imbang 1-1 di leg kedua, mengakhiri langkah mereka di musim tersebut.

Skuad Coventry City musim 2025-2026 di bawah Frank Lampard. (Foto: Coventry City/Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Skuad Coventry City musim 2025-2026 di bawah Frank Lampard. (Foto: Coventry City/Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

Kebangkitan di Musim 2025-2026, Akhir Penantian 25 Tahun

Frank Lampard tak putus asa, mengandalkan sebagian besar skuad musim lalu, Coventry mengusung misi promosi ke Premier League musim ini.

Hingga 10 pekan pertama, Coventry bercokol di puncak klasemen dengan perolehan 22 poin, hasil dari enam kemenangan dan empat kali imbang, unggul satu poin atas Middlesbrough di peringkat kedua.

Coventry City sempat turun ke peringkat kedua, setelah ditahan imbang Oxford United di pekan ke-31.

Namun, sejak pekan berikutnya, Coventry City tak terhentikan. Ditambah lagi hasil buruk Middlesbrough yang dialami Middlesbrough.

Hingga akhirnya di pekan ke-35, Coventry unggul di puncak klasemen dengan 71 poin, sedangkan Middlesbrough tertinggal lima poin di peringkat kedua dengan 66 poin.

Perjalanan The Sky Blues sempat mengalami naik turun, seperti kekalahan 1-2 dari Soithampton di pekan ke-38, lalu tiga hasil imbang beruntun melawan Hull CIty (0-0), Sheffield Wednesday (0-0), hingga Blackburn Rovers (1-1).

Namun, pesaing mereka tak dapat mencegah laju Coventry City untuk menjadi yang terbaik di EFL Championship musim ini.

Kini hingga pekan ke-44 Coventry City mengoleksi 89 poin, dengan sisa dua laga tersisa, mereka berpotensi menutup musim dengan capaian 95 poin.

Sukses kembali ke kasta teratas Liga Inggris, membuat penantian Coventry City selama 25 tahun akhirnya terbayarkan.

Terakhir kali mereka bermain di kasta Premier League adalah pada musim 2000-2001.

Kala itu Coventry hanya mengoleksi 34 poin dari 38 pertandingan di Liga Inggris musim 2000-2001.

Mereka terdegradasi bersama Manchester City yang juga mengoleksi 34 poin, serta Bradford yang duduk di dasar klasemen dengan 26 poin.

Sumber: BBC, Transfermarkt

× Image