Home > Super League

Bernardo Tavares Geram Soal Penalti, Akui Persija Layak Menang atas Persebaya

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyoroti lini pertahanan dan penyelesaian akhir timnya.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id – Pelatih Bernardo Tavares menyoroti rapuhnya lini pertahanan Persebaya Surabaya usai menelan kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (11/4/2026) malam WIB.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Tavares secara jujur mengakui bahwa tim tuan rumah tampil lebih pantas meraih kemenangan, terutama karena kesalahan mendasar yang dilakukan anak asuhnya sejak awal laga.

“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi kami harus mengakui bahwa Persija layak menang,” ujar Tavares.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, pertandingan praktis berubah arah sejak Persebaya melakukan pelanggaran yang berujung penalti di awal laga.

“Setelah saya melihat ulang, itu penalti yang konyol. Kami tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu. Itu mengubah jalannya pertandingan. Persija mencetak gol pertama, lalu menjadi lebih mudah bagi mereka. Jika Persija tidak mencetak gol cepat, kami bisa lebih percaya diri dan mungkin menciptakan lebih banyak peluang. Tapi dalam sepak bola tidak ada ‘jika’, yang ada adalah kenyataan. Kenyataannya mereka mencetak gol lebih dulu, lalu gol kedua, lalu ketiga,” jelas Tavares.

Selain penalti, Tavares juga menyoroti buruknya transisi bertahan timnya. Ia melihat adanya celah besar antar lini yang dimanfaatkan dengan baik oleh Persija.

“Kami memberi terlalu banyak ruang, baik di antar lini maupun di belakang pertahanan. Kadang ada pemain yang melakukan pressing, tapi yang lain tidak, sehingga Persija bisa dengan mudah melakukan transisi dan menciptakan peluang,” jelasnya.

Gol kedua Persija, lanjut Tavares, lahir dari kesalahan kolektif yang menunjukkan lemahnya koordinasi tim saat kehilangan bola.

“Kami membiarkan celah terlalu terbuka. Winger tidak menutup ke dalam, gelandang tidak melakukan transisi bertahan, dan akhirnya mereka mencetak gol kedua,” tambahnya.

Meski kalah telak, Persebaya sebenarnya sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat tim berjuluk Bajul Ijo gagal mencetak gol.

“Kami punya peluang, ada bola ke tiang, ke mistar, ada tembakan dari Gali dan Matheus. Tapi hari ini bukan hari kami,” ujar Tavares.

Ia menegaskan bahwa efektivitas serangan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. “Kalau tidak menembak ke gawang, kami tidak akan mencetak gol,” imbuhnya.

Tavares juga menyinggung aspek mental pemain yang dinilainya menurun saat tim berada dalam tekanan.

“Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami turun. Itu tidak boleh terjadi. Jika ingin menjadi tim yang bagus, kami harus meningkatkan mentalitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa dihindari membuat tim semakin sulit bangkit sepanjang pertandingan.

Di akhir pernyataannya, Tavares kembali memberikan kredit kepada Persija atas performa solid mereka di hadapan pendukung sendiri.

“Selamat untuk Persija. Mereka bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter, dan itu membuat mereka lebih mudah mengembangkan permainan,” ucapnya.

Pelatih berusia 45 tahun itu memastikan timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama di sektor pertahanan, demi meraih hasil lebih baik di laga selanjutnya.

“Saya menganalisis semua pertandingan dan latihan, mencoba memahami karakter pemain untuk menemukan cara bermain terbaik. Kadang rencana berjalan, kadang tidak. Hari ini (kemarin) rencana kami hanya berjalan sekitar 15–16 menit, karena penalti itu merusak segalanya,” tuturnya.

“Untuk musim depan, kami memang mulai mempersiapkannya. Tapi kami juga tidak boleh melupakan sisa pertandingan musim ini. Bagi saya penting untuk melihat semua pemain, bukan hanya pemain inti. Jika ada pemain lain yang tampil lebih baik di latihan, mereka punya peluang besar bermain di laga berikutnya,” tegas eks pelatih PSM Makassar itu.

Kekalahan ini membuat Persebaya terpaku di posisi keenam Super League 2025-2026 dengan 42 poin dari 27 laga yang telah dijalani.

× Image