Home > Other Sports

Setelah 34 Tahun Mengabdi, Presiden Prabowo Tidak Lagi Jadi Ketua Umum PB IPSI

Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan alasan tak lagi maju jadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia dan harapan ke depannya.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan kedekatannya dengan olahraga. (Grafis: Skor.id)
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan kedekatannya dengan olahraga. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menyatakan tak akan melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).

Presiden resmi menanggalkan posisinya pada Sabtu (11/4/2026). Dalam Musyawarah Nasional PB IPSI 2026-2030 di Jakarta, ia memutuskan berhenti setelah mengabdi selama 34 tahun.

Presiden Prabowo diketahui sudah memimpin induk pencak silat Tanah Air dalam lima periode terakhir. Keterbatasan waktu menjadi alasannya tidak lagi jadi Ketua Umum PB IPSI.

"Alhamdulillah, hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI," kata lelaki berusia 74 tahun itu dalam pidatonya.

Baca Juga: Super League 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Championship 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

"Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI," ia menambahkan.

Lebih lanjut Presiden Prabowo berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan semua pihak selama berada di PB IPSI, baik sebagai Wakil Ketua Umum dan Ketua Umum, lalu memohon undur diri.

"Saya pun minta maaf, beberapa saat ini bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif di depan, tapi saya mendukung selalu dari belakang," ucapnya lagi.

"Apalagi sekarang Presiden, saya kira pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi," Presiden kedelapan RI itu memastikan akan terus memberikan dukungan dari belakang layar.

Ia kemudian berharap penerusnya bisa melanjutkan perjuangan di PB IPSI, terutama dalam upaya membuat pencak silat dipertandingkan pada Olimpiade yang belum bisa direalisasikan selama kepemimpinannya.

"Banyak tugas PB IPSI ke depan saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha saya kira saya yakin pengganti saya nanti akan akan berhasil membawa ke Olimpiade," katanya.

"Saya tidak tahu apa sudah ada bayangan siapa yang saudara akan pilih sebagai pengganti saya. Saya sarankan coba dicari calon yang terbaik," Presiden Prabowo melanjutkan.

Meski demikian, ia mengingatkan kepada kepengurusan PB IPSI ke depan, agar tidak terlalu obsesi membawa pencak silat ke Olimpiade, sebab ada hal penting lain yang harus dilakukan federasi nantinya.

"Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade, kita yakin akan masuk, tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi. Obsesi kita harus menjaga mutu kemurnian daripada pencak silat itu sendiri," ujarnya.

"Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar dan itu sudah terbukti dari banyak negara datang ke kita belajar dan kadang-kadang mereka belajar dan mereka jadi hebat-hebat," ia menjelaskan.

× Image