Home > Other Sports

Kapten Tim Jakarta Electric PLN Ungkap Penyebab Timnya Tumbang dari Gresik Phonska Plus

Klub voli putri Jakarta Electric PLN Mobile harus menelan kekalahan pahit pada laga kedua final four Proliga 2026.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Klub voli putri Proliga 2026, Jakarta Electric PLN Mobile. Sumber:Grafis Skor.id
Klub voli putri Proliga 2026, Jakarta Electric PLN Mobile. Sumber:Grafis Skor.id

SKOR.id - Klub voli putri Jakarta Electric PLN Mobile harus menelan kenyataan pahit pada laga kedua final four Proliga 2026.

Bertarung melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di Jawa Pos Arena, Surabaya, Minggu (5/4/2026), mereka tumbang dengan skor telak 0-3 (16-25, 15-25, 19-25).

Hasil menyesakkan karena tim asuhan Chamnan Dokmai itu gagal melanjutkan awal positif yang diukir pekan lalu, saat mengalahkan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro.

Kekalahan ini juga membuat Jakarta Electric PLN harus melorot ke peringkat ketiga klasemen sementara, disalip oleh Jakarta Pertamina Enduro.

Dengan demikian, jalan menuju grand final Proliga 2026 yang tadinya terlihat menjanjikan, kini mulai berat.

Kapten tim Jakarta Electric PLN Mobile, Agustin Wulandhari, mengungkapkan bahwa kekalahan ini terjadi karena strategi yang mereka terapkan gagal total.

"Sebenarnya tim pelatih sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Gresik Phonska Plus, tetapi hal itu tidak berjalan dengan baik," ujar pevoli senior tersebut.

"Kami melakukan banyak kesalahan, terutama penerimaan bola servis," lanjutnya.

Tak cuma itu, duo pemain asing Jakarta Electric PLN, Neriman Ozsoy dan Kara Bajema, yang tampil luar biasa saat mengandaskan Jakarta Pertamina Enduro, mati kutu.

Jika sebelumnya duet ini masing-masing mampu mengemas lebih dari 20 poin, kali ini cuma 14 (Neriman) dan 12 poin (Kara) saja.

Salah satu faktornya adalah performa impresif libero Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Yulis Indahyani, yang sigap mengamankan bola-bola sulit.

"Kami coba memaksimalkan peran dua pemain asing dengan perubahan posisi, namun rencana itu tidak berjalan di lapangan," ujar Agustin.

"Kami juga kehilangan ritme saat Gresik Phonska Plus terus menekan," dia menambahkan.

Pukulan telak bagi Jakarta Electric PLN yang sedang berupaya menembus kembali grand final Proliga usai gagal tahun lalu.

Namun, ini juga bukan akhir. Masih ada empat pertandingan lagi untuk meraup poin dan memperbaiki posisi.

Saat ini, mereka punya waktu istirahat beberapa hari sebelum lanjut menghadapi Jakarta Popsivo Polwan pada laga pertama di Seri Solo, Jumat (10/4/2026) mendatang.

Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Anantachai Yoonprathom, berharap anak asuhnya bisa menjadikan kekalahan ini sebagai pengalaman berharga.

"Pertandingan hari ini menjadi pelajaran buat tim kami untuk melakukan perbaikan sehingga lebih siap menghadapi laga berikutnya (versus Popsivo)," kata sosok yang juga menjabat direktur teknik tersebut.

Jakarta Electric PLN mengemas dua poin dari dua pertandingan, sementara tertinggal dari Gresik Phonska Plus (6) dan Jakarta Pertamina Enduro (4).

Adapun Jakarta Popsivo Polwan belum meraih satu poin pun pasca dua kali tumbang. Akankah mereka bisa memanfaatkan kegoyahan Jakarta Electric PLN?

× Image