Home > World

FIFA Sanksi Israel karena Pelanggaran Diskriminasi

Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) terbukti melakukan pelanggaran terkait diskriminasi dan prinsip fair play.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
FIFA resmi menghukum Asosiasi Sepak Bola Israel lantaran pelanggaran diskriminasi dan prinsip fair play. (Grafis: Skor.id)
FIFA resmi menghukum Asosiasi Sepak Bola Israel lantaran pelanggaran diskriminasi dan prinsip fair play. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Komite Disiplin FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) setelah terbukti melakukan pelanggaran terkait diskriminasi dan prinsip fair play. Keputusan ini menjadi salah satu isu panas dalam dunia sepak bola internasional, terutama karena berkaitan dengan konteks kemanusiaan yang lebih luas.

Kasus ini bermula dari proposal yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dalam Kongres FIFA ke-74. Menindaklanjuti hal tersebut, Dewan FIFA kemudian meminta Komite Disiplin untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran diskriminasi yang dilakukan IFA.

Hasilnya, FIFA menyatakan bahwa IFA telah melakukan beberapa pelanggaran sebagai anggota resmi organisasi sepak bola dunia tersebut.

Sebagai konsekuensi, IFA dijatuhi denda sebesar CHF150.000 atau setara lebih dari Rp2,5 miliar. Selain itu, mereka juga menerima peringatan resmi atas perilaku yang dinilai melanggar aturan.

Tak hanya itu, FIFA juga mewajibkan IFA menjalankan sejumlah langkah konkret sebagai bagian dari upaya pencegahan diskriminasi di masa depan.

Salah satu poin penting adalah kewajiban menampilkan pesan anti-diskriminasi dalam tiga pertandingan kandang berikutnya di kompetisi FIFA level A. Spanduk besar bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination” harus dipasang secara mencolok di stadion.

Selain itu, IFA juga diwajibkan mengalokasikan sepertiga dari total denda untuk menjalankan program komprehensif yang mencakup reformasi internal, penguatan protokol, pemantauan, serta kampanye edukasi selama satu musim penuh.

Dalam pernyataan resminya, FIFA juga menegaskan bahwa sepak bola tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kemanusiaan.

“Olahraga ini harus tetap menjadi platform bagi perdamaian, dialog, dan saling menghormati. Jangkauan global dan kekuatan pemersatunya membawa tanggung jawab untuk menjunjung nilai-nilai martabat, kesetaraan, dan kemanusiaan—terutama di masa konflik dan perpecahan,” tulis FIFA.

Pernyataan ini menegaskan posisi FIFA yang tidak hanya berfokus pada regulasi olahraga, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas.

Meski sanksi telah dijatuhkan, IFA masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding. Keputusan ini dapat dibawa ke Komite Banding FIFA sesuai dengan ketentuan dalam Kode Disiplin FIFA.

Sumber: inside.fifa.com

× Image