Home > Other Sports

Timnas Voli Indonesia Siap Naturalisasi 4 Talenta Brasil, Pasca Lebaran Bertemu Menpora RI

PBVSI juga berencana menggaet pelatih asal Brasil untuk menangangi Timnas Voli Putra Indonesia.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Sumber:Skor.id
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Sumber:Skor.id

SKOR.id - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) sedang menggodok serius proses naturalisasi empat pemain muda berdarah Brasil untuk Timnas Voli Indonesia.

Ini merupakan strategi jangka panjang mereka untuk menyiapkan skuad Merah Putih menuju Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia.

Diketahui, ada masing-masing dua pevoli putra dan putri yang diprospek oleh federasi.

Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap merapikan dokumen administratif sebelum dibahas bersama pemerintah setelah Idul Fitri nanti.

"Dalam waktu dekat, saya mau menghadap Menpora (Erick Thohir) untuk membicarakan masalah ini. Setelah Lebaran, saya akan ketemu beliau," ujar Imam Sudjarwo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Nah, kalau sudah clear, kami bisa mempersiapkan administrasi. Tentu langkah berikutnya adalah kami ke DPR kkarena itu harus ada persetujuan persidangan DPR," tambahnya.

PBVSI menilai, langkah naturalisasi diperlukan untuk mempercepat peningkatan daya saing Timnas Voli Indonesia.

Kehadiran para pemain baru tersebut diharapkan memberi tambahan kualitas sekaligus menciptakan atmosfer kompetitif bagi atlet lokal.

Imam menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang, bukan sekadar kebutuhan sesaat untuk menghadapi turnamen tertentu.

Fokus utama tetap diarahkan kepada target besar PBVSI, yakni tampil lebih kompetitif di Olimpiade Brisbane 2032.

"Kenapa harus naturalisasi? Tentu kami punya proses yang panjang, yaitu kami ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032 sehingga kami mempersiapkan tim yang bagus, itu yang pertama. Kemudian, yang kedua, supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional kita," kata Imam.

PBVSI sengaja membidik pemain muda agar dapat menjadi investasi jangka panjang dan memberi kontribusi maksimal saat memasuki usia puncak pada 2032.

Atlet-atlet yang dipilih yang masih berusia sekitar 17 tahun sehingga memiliki masa pengembangan lebih panjang bersama Timnas Voli Indonesia.

"Mereka masih muda-muda. Kan kami cari yang umur 17, pokoknya umur yang masih muda yang kami ambil sehingga punya (prospek) jangka panjang," jelasnya.

Di sisi lain, Imam Sudjarwo memastikan langkah naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet dalam negeri.

Program pembentukan pemain muda tetap berjalan, melalui tim seperti Jakarta Garuda Jaya maupun partisipasi kelompok usia junior di berbagai kompetisi internasional.

Dia menambahkan, porsi atlet lokal tetap menjadi fondasi utama Timnas Voli Indonesia sehingga naturalisasi dilakukan secara terbatas dan terukur.

"Kami juga tidak ingin mematikan atlet nasional. Tidak boleh. Kita boleh naturalisasi, tetapi juga ada persentasenya," kata Imam.

Adapun empat atlet calon naturalisasi disebut sudah memberi sinyal positif untuk bergabung.

Namun, PBVSI masih meneliti aspek regulasi, termasuk kemungkinan terkait status diaspora agar proses berjalan sesuai aturan.

"Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau," Imam Sudjarwo memungkasi.

Selain mendatangkan pemain, PBVSI juga berencana menambah tenaga pelatih dari Brasil untuk menangani Timnas Voli Putra Indonesia, yang tahun ini menghadapi sejumlah agenda internasional.

Tampaknya dalam waktu dekat kita akan mengetahui siapa sosok yang bekal menggantikan Jeff Jiang Jie.

Sumber: PBVSI

× Image