Home > World

FAM Didemo Suporter, Buntut Kasus Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Disahkan MFL

Respons Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan Operator Kompetisi Sepak Bola Malaysia (MFL) ditunggu hingga Idulfitri 2026.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Ilustrasi Sepak Bola Malaysia. (Grafis: Skor.id)
Ilustrasi Sepak Bola Malaysia. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Kasus tujuh pemain keturunan atau naturalisasi Timnas Malaysia berbuntut panjang hingga ke kompetisi domestik di Negeri Jiran tersebut.

Sebelumnya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terlibat kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain yang dianggap keturunan hingga membela tim nasional.

Adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, yang sudah memperkuat Timnas Malaysia pada 2025.

FAM dan para pemain dianggap telah melanggar Kode Disiplin FIFA dengan menggunakan dokumen palsu selama proses naturalisasi dan kelayakan.

Ditemukan bahwa para pemain tak memiliki hubungan yang sah dengan Malaysia. Ketujuh pesepak bola itu pun dihukum FIFA, tak bisa bermain selama 12 bulan.

Akan tetapi situasi belakangan kembali memanas di Negeri Jiran, lantaran Operator Kompetisi Sepak Bola Malaysia (MFL) mengesahkan status empat dari tujuh pemain tersebut.

Yakni Joao Figueiredo, Jon Razabal, dan Hector Havel di klub Johor Darul Takzim (JDT), serta Gabriel Palmero yang memperkuat Kuching City FC.

Keputusan MFL itu pun langsung mendapatkan reaksi keras dari pencinta sepak bola Malaysia dan akhirnya suporter pun turun ke jalan pada Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan kabar dari media Malaysia BH Online (Bharian), sekitar 70 suporter melakukan demo di kantor FAM atau Wisma FAM, Selangor.

Baca Juga: Hukuman 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Diringankan, Denda FAM Tetap

Presiden Selangor FC, Mohamad Hairy Ibrahim, menegaskan bahwa demo tersebut merupakan permulaan dari pencinta sepak bola Malaysia.

Bukan tidak mungkin, ke depannya suporter akan lebih ramai dan datang dari berbagai pendukung klub lainnya jika FAM dan MFL tidak menyelesaikan permasalahan ini.

"Kami ke Wisma FAM untuk membuat bantahan secara damai terkait isu tujuh pemain keturunan yang menggunakan dokuman palsu sesuai keputusan FIFA," ucap Hairy Ibrahim.

"Bagaimanapun keputusan yang diambil MFL itu mengabaikan peraturan serta tidak menghormati keputusan CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) dan FIFA."

"Sebagai suporter kami coba mendesak sebaik mungkin, berharap ada titik temu dan kami akan diikuti pendukung klub lain untuk terus mendesak hingga perkara ini diselesaikan."

"Mungkin setelah Idulfitri (2026), kalau tidak ada tindakan (respons) dari FAM dan MFL, kami akan melakukan demo yang lebih besar lagi," ia memaparkan.

Adapun sebelumnya keputusan yang diambil MFL disebut merujuk pada peraturan kompetisi musim 2025-2026 perihal Sistem Pendaftaran dan Perpindahan Pegawai dan Pemain.

× Image