Home > Super League

Persija Gagal Kalahkan Dewa United, Mauricio Souza Keluhkan Kondisi Lapangan JIS

Gagal pangkas jarak dengan Persib Bandung dan Borneo FC, pelatih Persija Jakarta soroti lapangan JIS saat jamu Dewa United FC.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Foto: Taufani Rahmanda/Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Foto: Taufani Rahmanda/Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengeluhkan kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, setelah gagal mengalahkan Dewa United FC.

Macan Kemayoran, julukan Persija, gagal memaksimalkan laga kandangnya di pekan ke-25 Super League 2025-2026 sebab hanya imbang 1-1 pada Minggu (15/3/2026) malam.

Selepas pertandingan, Mauricio Souza mengeluhkan kondisi lapangan JIS yang dinilai tidak mendukung permainan Persija, yang akhirnya harus rela hanya dapat satu poin.

“Menurut saya, pertandingan ini secara teknis sangat buruk. Jika dianalisis, hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim,” kata pelatih asal Brasil itu.

Menjamu Dewa United, Macan Kemayoran sempat unggul berkat gol Maxwell Souza di menit 45+4, namun dapat disamakan melalui gol Alexis Messidoro pada menit ke-55.

Menurut Mauricio Souza, kondisi rumput yang buruk membuat timnya tidak dapat menjalankan pola permainan yang mengandalkan umpan pendek dan tempo cepat.

Eksekusi penalti Maxwell Souza yang gagal menjadi gol, bisa diantisipasi kiper Sonny Stevens, di penghujung pertandingan pun tidak terlepas dari kondisi rumput yang buruk.

“Lapangan tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik. Sulit membangun serangan meski memiliki pemain dengan kualitas teknik yang baik,” ucapnya lagi.

Mauricio Souza juga menyoroti catatan hasil yang diraih saat bermain di JIS. Menurutnya, Persija justru gagal memaksimalkan raihan poin ketika di kandang.

“Di sini kami kehilangan poin saat melawan Bali (United, imbang 1-1), Malut (United, imbang 1-1), dan sekarang Dewa United. Total ada enam poin yang tertinggal di JIS,” katanya.

Eks-pelatih Madura United itu pun membandingkan kondisi tersebut dengan performa saat bermain tandang, Persija bisa meraih kemenangan atas lawan-lawan serupa.

Selain faktor lapangan, ia juga menilai gol yang dicetak Dewa United berawal dari kesalahan pengambilan keputusan para pemain Macan Kemayoran dalam situasi akhir laga.

Dijelaskan, bola seharusnya dibuang jauh dari area permainan untuk meredam tekanan lawan. Namun malah kembali diarahkan ke area tengah sehingga memberi kesempatan lawan melakukan serangan balik.

“Bola ada di kaki pemain kami. Seharusnya bola dibuang ke belakang atau keluar lapangan, tetapi justru dimasukkan kembali ke duel,” kata Mauricio Souza.

“Dari situ lawan melakukan serangan balik, (situasinya) empat lawan tiga (pemain) dan akhirnya mencetak gol,” ia mengeluhkan.

Tambahan satu poin menjamu Dewa United membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan koleksi 52 poin dari 25 laga.

Macan Kemayoran tertinggal dua dan enam poin dari dua tim di atasnya dalam persaingan juara; Borneo FC dan Persib dengan 54 dan 58 poin dari jumlah main sama.

× Image