Home > Championship

Cerita Ramadan Pemain Asing Persiraja: Kemudahan Beribadah di Aceh hingga Bihun

Pemain asing Persiraja Banda Aceh, Omid Popalzay, yang juga beragama Islam berbagi cerita Ramadan dengan menjalani momen spesial tersebut di Serambi Mekkah.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Sepak bola di bulan Ramadan. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) Sumber:
Sepak bola di bulan Ramadan. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Pemain asing Persiraja Banda Aceh, Omid Popalzay, yang juga beragama Islam berbagi cerita Ramadan dengan menjalani momen spesial tersebut di Serambi Mekkah, Aceh.

Ramadan tahun ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi Omid Popalzay. Untuk pertama kalinya, gelandang Timnas Afghanistan itu merasakan langsung suasana bulan suci di Aceh bersama keluarganya.

Ia mengaku menikmati suasana Ramadan di Aceh yang menurutnya sangat kental dengan nuansa religius. Perbedaan yang cukup signifikan dirasakan dibandingkan daerah lain tempatnya pernah tinggal di Indonesia.

Omid Popalzay pertama mendarat di Indonesia pada Oktober 2023 dengan menjadi bagian dari PSPS Pekanbaru. Lalu pada Desember 2024 ia pindah menjadi bagian PSIM Yogyakarta hingga September 2025.

"Alhamdulillah, saya merasa sangat baik. Semuanya terasa jauh lebih mudah karena melihat orang-orang di sekitar berpuasa, salat, dan benar-benar sibuk dengan Ramadan," kata pemain berusia 30 tahun itu.

Lebih lanjut melalui laman resmi operator kompetisi, I.League, ia tidak menampik bahwa pada periode awal Ramadan 2026 yang dijalani di Aceh, sempat perlu beradaptasi.

Menurutnya, ritme kehidupan di Aceh saat Ramadan berbeda dibandingkan kota-kota lainnya, di mana aktivitas berjalan seperti biasa tanpa banyak perubahan jam operasional.

Gelandang Timnas Afghanistan, Omid Popalzay, membela Persiraja Banda Aceh pada Championship 2025-2026. (Foto: I.League)
Gelandang Timnas Afghanistan, Omid Popalzay, membela Persiraja Banda Aceh pada Championship 2025-2026. (Foto: I.League)

"Di Aceh ada waktu-waktu tertentu ketika toko tutup dan kapan buka kembali. Jadi saya harus membiasakan diri karena belum terbiasa dengan kondisi seperti itu," ucap Omid Popalzay.

Meski begitu, proses adaptasi tersebut justru menjadi pengalaman berkesan baginya dan keluarga. Ia mengaku sangat menikmati momen berbuka puasa di Aceh.

Baginya, suasana restoran yang penuh menjelang magrib menghadirkan energi kebersamaan yang hangat dan hidup. Soal menu makanan favorit, pilihan khusus untuk berbuka puasa adalah soto betawi.

Pemain yang juga memiliki kewarganegaraan Belanda itu mengaku selalu memulai dengan makanan tersebut, lalu melanjutkan dengan nasi atau bihun. Biasanya dipadukan dengan ayam atau lauk lainnya.

"Saat berbuka, semua restoran penuh dan suasananya luar biasa. Saya dan keluarga sangat menyukainya. Saya suka nasi atau bihun dengan ayam atau apa saja, tapi harus nasi atau bihun," ujarnya sembari tertawa.

Pengalaman Ramadan pertama di Aceh ini menjadi kenangan tersendiri bagi Omid Popalzay. Tak hanya soal ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan, adaptasi budaya, dan hangatnya suasana berbuka.

Ia sejatinya baru menjadi bagian dari Laskar Rencong, julukan Persiraja, yakni didatangkan di bursa transfer paruh musim Championship 2025-2026 dari Prime Bangkok (Thailand) pada Januari 2026.

Sumber: Situs Resmi I.League

× Image