Sudah Dipastikan Terdegradasi, Kasus Penunggakan Gaji Sriwijaya FC Terus Dikawal APPI

SKOR.id - Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) memastikan terus mengawal kasus penunggakan gaji Sriwijaya FC meski tim mengalami degradasi.
Sriwijaya FC sudah dipastikan turun kasta, walaupun Championship 2025-2026 masih tersisa enam gameweek. Sebab poinnya sudah tak bisa lagi mengejar tim-tim di atasnya.
Adapun tim berjuluk Laskar Wong Kito itu terseok-seok di musim ini salah satunya karena mengalami permasalahan finansial, hingga terjadi penunggakan gaji.
Untuk urusan dengan pemain, Presiden APPI, Hanif Sjahbandi, memastikan kasus penunggakan gaji yang dilakukan Sriwijaya FC kepada para pemain terus dikawal pihaknya.
"Memang sudah sekian bulan terakhir, bahkan sekian tahun terakhir itu sudah ada beberapa pemain-pemain yang melaporkan persoalan soal finansial ke APPI dan sudah kita proses," ucapnya.
"Kami bantu juga, kami masukkan ke NDRC (National Dispute Resolution Chamber), sudah dalam proses tersebut. Nah, untuk yang sekarang ini memang kami sudah banyak berkomunikasi terhadap beberapa pemainnya, melakukan pendampingan."
"Dan ini kembali lagi, kami menanyakan pemain ingin seperti apa (penyelesaiannya). Pada akhirnya kami tidak bisa mengambil keputusan sepihak, kami butuh persetujuan pemain ingin seperti apa."
"Dan memang sudah ada pemain-pemain yang menyerahkan terhadap kami untuk menyelesaikan masalah-masalah mereka. Yang mana mungkin tidak bisa saya jelaskan karena memang bukan ranah saya, karena bersagkutan legal APPI."
"Namun yang sepengetahuan saya, kami terus berkomunikasi terhadap mereka untuk pemain-pemain yang mungkin mengalami kendala finansial dan lain sebagainya," Hanif memaparkan.
Lebih lanjut gelandang Persija Jakarta itu memastikan APPI sebisa mungkin membantu para pesepak bola profesional di Tanah Air untuk menyelesaikan masalahnya dengan klub.
Terkait Sriwijaya FC pun sudah ada laporan resmi yang masuk ke APPI dalam satu atau dua tahun terakhir. Termasuk dilakukan pemain yang ada pada musim ini.
"Saya bisa pastikan bahwasanya kami tetap intens untuk berkomunikasi terhadap mereka. Jadi tidak ditinggalkan dan juga tidak diabaikan (walau klubnya terdegradasi)," Hanif melanjutkan.
"Kami terus mendampingi dan terus mengawasi mereka, menjaga mereka perihal hal ini. Kami berusaha untuk menolong mereka untuk mendapatkan apa yang mereka berhak dapatkan," ia memungkasi.
Laskar Wong Kito hanya mampu meraih dua poin dari 21 pertandingan yang dijalaninya di Championship 2025-2026, atau belum mampu mendapatkan kemenangan.
Dalam persaingan Grup 1 yang dihuninya, Sriwijaya FC menempati peringkat terbawah dan sudah tertinggal 20 poin dari tim terdekat, Persekat Tegal (22 poin).
