Home > Super League

Ketua Panpel Persija Bung Ferry Akui Teledor, tapi Pastikan Tidak Ada Diskriminasi ke Borneo FC

Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry, jelaskan soal polemik OT menjamu Borneo FC.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Klub Super League, Persija Jakarta. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)
Klub Super League, Persija Jakarta. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry, menjelaskan soal polemik Official Training (OT) yang belakangan menyeruak.

Latihan resmi jelang laga Persija vs Borneo FC pada Senin (2/3/2026) sempat jadi sorotan, karena kekesalan pihak tim tamu yang sebelumnya tidak diperbolehkan melakukan OT di lapangan pertandingan.

Tim berjuluk Macan Kemayoran dan Pesut Etam itu dijadwalkan berlaga di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada Selasa (3/3/2026) malam dalam lanjutan pekan ke-24 Super League 2025-2026.

Semula kedua klub dijadwalkan OT di lapangan Training Ground JIS, namun pihak Borneo FC menilai pemberitahuan diterima secara mendadak dan bersikeras untuk melakukan latihan resmi di lapangan JIS.

Pada akhirnya Pesut Etam diperbolehkan dan jadi klub pertama yang melakukan OT di lapangan JIS musim ini, kemudian Persija pun akhirnya melakukan latihan resmi di tempat serupa berselang beberapa jam.

Bung Ferry mengungkapkan bahwa setiap tim yang hendak berlaga di JIS sebelumnya memang melakukan OT di lapangan latihan, demi menjaga kondisi lapangan JIS yang bakal dipakai bertanding sehari berselang.

“Tidak ada niatan diskriminasi dari Persija, dari Panpel, kepada siapa pun. Karena kan setiap kali kami main di JIS itu selalu ada permintaan untuk tidak menggunakan lapangan utama untuk OT,” ucapnya.

“Semua tim sejauh ini cukup kooperatif, dan dari Persija-nya sendiri juga enggak menggunakan lapangan utama untuk OT. Nah, mungkin mereka merasa ada miskomunikasi, terus akhirnya mereka ngotot, ya sudah saya kasih.”

“Dan ini mungkin jadi tim Borneo nih boleh dibilang tim pertama nih yang OT di dalam. Nah, setelah itu ya Persija juga mau dan kami perbolehkan,” Bung Ferry menjelaskan jelang laga kedua tim, Selasa (3/3/2026).

Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry, di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada 3 Maret 2026. (Foto: Yogie Gandanaya/Skor.id)
Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry, di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada 3 Maret 2026. (Foto: Yogie Gandanaya/Skor.id)

Meski demikian ia mengakui adanya keteledoran, seperti pernyataan resmi dari Persija dalam rilisnya yang menyebutkan adanya keterlambatan pengiriman surat resmi kepada Borneo FC terkait OT.

“Keterlambatan itu saya minta maaf. Itu memang keteledoran. Keteledoran saya dalam mengawasi ini. Saya pikir ini sudah berjalan seperti biasa dan tidak pernah ngalamin kendala kayak gini, tapi ini menjadi pelajaran buat kita,” kata Bung Ferry.

“Ke depannya (boleh OT di lapangan utama) tergantung dari pengelola masing-masing. Karena di GBK juga kan biasanya juga gitu, dari pihak GBK minta kalau OT jangan di GBK.”

“Jadi sebetulnya semuanya tergantung dari pengelolanya (stadion). Kalau ternyata kondisi rumputnya memang sudah kuat, sudah bagus, mau dipakai OT apa nggak,” ia memaparkan.

Mantan Ketua Umum The Jakmania itu pun mengungkapkan larangan melakukan OT di lapangan utama juga sempat terjadi ketika Persija berkandang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

“Sebelumnya belum pernah ada (kasus tim minta OT di lapangan utama). Tapi bukan berarti saya menganggap Borneo ini salah. Nggak, Borneo kan cuma menuntut haknya saja. Jadi nggak apa-apa,” Bung Ferry melanjutkan.

“Makanya saya bilang ini miskomunikasi, dari pihak kami juga mungkin terlambat mengeluarkan suratnya, tapi sebetulnya komunikasi secara lisan sudah dilakukan.”

× Image