Jarak dengan Persib Melebar, Pelatih Borneo FC Belum Menyerah Kejar Juara

SKOR.id - Langkah Borneo FC Samarinda di putaran kedua BRI Super League 2025-2026 mulai tersendat. Kekalahan 1-2 dari tuan rumah Dewa United Banten FC pada pekan sebelumnya membuat Pesut Etam gagal mempertahankan momentum positif yang sempat mereka bangun.
Meski hasil tersebut mengecewakan, pelatih kepala Fabio Lefundes menegaskan timnya tetap menatap sisa musim dengan penuh optimisme. Pada pekan ke-23, Borneo FC akan kembali tampil di kandang dengan menjamu Arema FC di Stadion Segiri, Samarinda.
Lefundes mengakui kekalahan terakhir membuat selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara, Persib, melebar menjadi empat angka. Namun, hal itu tidak mengurangi keyakinannya terhadap peluang tim.
“Target kami sejak awal adalah meraih poin sebanyak mungkin. Sekarang kami sudah memainkan 22 pertandingan dan baru tergeser ke posisi ketiga,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Ia juga menyadari bahwa tantangan ke depan tidak akan ringan. Selain menghadapi tim-tim kuat, jadwal padat selama bulan puasa turut menjadi faktor yang harus diantisipasi.
“Bukan hanya kami yang menghadapi mereka, tapi mereka juga harus menghadapi kami. Kami akan berjuang sampai akhir kompetisi untuk mencapai target yang sudah kami tetapkan,” imbuhnya.
Apa pun hasil akhirnya nanti, Lefundes menegaskan dirinya tetap puas dengan dedikasi para pemain dan staf sejauh musim berjalan, meski kompetisi belum berakhir.
Mengenai kekalahan dari Dewa United, ia menilai timnya sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan.
“Tapi setelah ada beberapa hal yang kami kehilangan, terutama dalam organisasi permainan, kami kebobolan dan itu memengaruhi konsentrasi tim,” jelasnya.
Borneo FC sempat tertinggal dua gol sebelum mampu memperkecil skor menjadi 2-1 menjelang turun minum. Pada babak kedua, sejumlah perubahan dilakukan demi membalikkan keadaan.
“Mereka punya banyak peluang, kami juga punya, tapi kami tidak bisa memaksimalkannya,” lanjut Lefundes.
Selain persoalan teknis, kondisi lapangan juga disebut turut memengaruhi performa tim, terutama dalam membangun serangan dari bawah.
“Saya sangat tidak suka mengganti pemain sebelum babak pertama selesai. Tapi saat itu kami kesulitan saat build up, jadi ini murni keputusan taktikal, bukan karena pemain bermain buruk,” pungkasnya.
Sumber: ileague.id
