Sanksi Berat Komdis PSSI: PSS Sleman Tanpa Penonton, Persiku dan Persita Didenda Ratusan Juta

SKOR.id - Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan serangkaian hukuman tegas usai sidang pada 2 dan 4 Februari 2026. Tiga klub menjadi sorotan utama karena menerima sanksi paling berat, yakni PSS Sleman, Persita Tangerang, dan Persiku Kudus. Pelanggaran yang terjadi pun beragam, mulai dari kerusuhan suporter, penggunaan flare, hingga tindakan rasisme di stadion.
Sanksi paling terasa secara langsung dialami PSS Sleman. Klub berjulukan Super Elang Jawa itu dilarang menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama empat laga. Hukuman ini dijatuhkan setelah suporter mereka membentangkan spanduk bernada umpatan kepada lawan serta menyalakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari tribun hingga memaksa pertandingan melawan Barito Putera terhenti selama tiga menit dalam lanjutan Championship 2025-2026, 31 Januari lalu.
Selain hukuman tanpa penonton, PSS Sleman juga didenda Rp15 juta. Tak hanya klub, panitia pelaksana pertandingan turut menerima sanksi Rp20 juta karena dinilai gagal menjaga keamanan dan ketertiban stadion.
Denda Ratusan Juta untuk Persita dan Persiku
Persita Tangerang juga mendapat hukuman finansial besar setelah laga melawan Persija Jakarta di Super League 2025-2026, 30 Januari 2026. Klub Pendekar Cisadane didenda Rp60 juta akibat penyalaan flare oleh penonton di tribun.
Masalah tak berhenti di situ. Panitia pelaksana pertandingan Persita turut didenda Rp40 juta karena tidak menyediakan jumlah kendaraan taktis sesuai kesepakatan saat Match Coordination Meeting, sehingga mengganggu keamanan rombongan Persija Jakarta menuju stadion. Total, Persita didenda Rp100 juta oleh Komdis PSSI.
Sementara itu, pihak Persija sendiri juga terkena denda Rp25 juta karena kehadiran suporter tim tamu dalam pertandingan tersebut.
Sanksi paling berat secara nominal dijatuhkan kepada Persiku Kudus. Klub asal Jawa Tengah itu dihukum larangan menggelar satu pertandingan kandang dengan penonton serta denda fantastis Rp250 juta.
Hukuman tersebut diberikan setelah suporter Persiku terbukti melakukan tindakan diskriminatif berupa ucapan rasis kepada pemain Persipura Jayapura saat pertandingan Championship 2025-2026, 30 Januari 2026.
Dalam laga yang sama, pemain Persipura Jayapura Rafael Sunuk juga mendapat sanksi larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp37,5 juta akibat aksi provokatif ke arah penonton pada masa injury time babak pertama.
Untuk melihat lebih lengkap sanksi yang dikeluarkan Komdis PSSI bisa mengeklik link ini.
Sumber: pssi.org
