Permintaan Koh ED untuk Zuxxy di Tim Barunya

SKOR.id - Kabar mengejutkan datang dari skena kompetitif PUBG Mobile Indonesia. Bigetron by Vitality resmi melepas salah satu pemain penting mereka, Zuxxy. Sang bintang kini bergabung dengan Alter Ego, langkah yang langsung mengangkat status tim tersebut sebagai salah satu kekuatan baru di kompetisi PUBG Mobile tanah air.
Kepergian Zuxxy menandai berakhirnya era panjangnya bersama Bigetron. Selama membela tim berjuluk Red Aliens tersebut, ia dikenal sebagai sosok pemimpin di dalam game (IGL) yang cerdas, agresif, dan bermental juara. Bersama Bigetron, Zuxxy sukses menorehkan berbagai prestasi bergengsi, termasuk gelar juara dunia yang mengukuhkan namanya sebagai legenda PUBG Mobile Indonesia.
Kini, dengan bergabungnya Zuxxy, Alter Ego semakin diperhitungkan di skena kompetitif. Kombinasi pengalaman, kemampuan strategi, serta mental juara yang dibawa sang pemain diyakini mampu meningkatkan performa tim secara signifikan. Banyak pengamat menilai transfer ini sebagai salah satu perpindahan pemain terbesar dalam sejarah PUBG Mobile Indonesia.
Di balik perpindahan tersebut, CEO Bigetron, Edwin Chia atau yang akrab disapa Koh Ed, turut menyampaikan pesan hangat kepada mantan anak asuhnya. Dengan nada bercanda, ia berharap Zuxxy tidak terlalu “galak” di tim barunya.
“Pesan untuk Zuxxy? Terakhir dia pindah tim, timnya juara. Kali ini jangan terlalu galaklah, Gas. Tolong kasihan Koh Ed,” ujar Koh Ed.
Pernyataan tersebut merujuk pada reputasi Zuxxy yang kerap membawa tim barunya meraih prestasi tinggi. Sosoknya dikenal sebagai pemain dengan standar tinggi dan disiplin kuat, sehingga sering mendorong rekan setim tampil maksimal. Tak heran, setiap tim yang diperkuatnya langsung mengalami peningkatan performa.
Perpindahan Zuxxy ke Alter Ego juga menambah panas persaingan PUBG Mobile Indonesia menjelang musim kompetisi 2026. Dengan roster yang semakin solid, Alter Ego diprediksi menjadi rival utama bagi mantan timnya, Bigetron by Vitality, serta tim papan atas lainnya.
Bagi Bigetron, kehilangan Zuxxy memang menjadi tantangan besar. Namun organisasi tersebut dikenal memiliki sistem pembinaan pemain yang kuat dan regenerasi yang konsisten. Sementara bagi Alter Ego, kedatangan sang bintang membuka peluang besar untuk meraih gelar juara dan menegaskan posisi mereka di level elite.
