3 Pertimbangan yang Harus Diperhatikan Pesepak Bola di Bulan Ramadan

SKOR.id - Selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, menjaga tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri.
Berolahraga tentu menjadi salah satu pilihan kegiatan yang dapat dipilih, tentunya dengan menyesuaikan kondisi.
Salah satunya adalah sepak bola, sebagai salah satu olahraga paling populer di dunia, banyak pesepak bola yang harus beraktivitas di tengah ibadah puasa bulan suci Ramadan.
Bagi para pesepak bola yang menjalani rutinitas harian seperti berlatih, istirahat, dan pemulihan, memunculkan pertanyaan bagaimana mereka dapat tampil dalam performa terbaik dalam kondisi seperti ini.
Direktur Medis FIFPRO, Prof. Dr. Vincent Gouttebarge, menguraikan pertimbangan medis bagi pesepak bola di bulan Ramadan.
Prof. Dr. Vincent Gouttebarge juga merupakan mantan pesepak bola profesional yang bermain selama 14 musim di Prancis dan Belanda.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan para pesepak bola yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Ketiga faktor ini saling melengkapi, untuk mendukung aktivitas pesepak bola di bulan Ramadan.
Dilansir dari fifpro.org, berikut ini tiga faktor penting yang dapat mendukung aktivitas pesepak bola di bulan Ramadan, menurut Prof. Dr. Vincent Gouttebarge.
1. Nutrisi
"Atlet biasanya membutuhkan setidaknya tiga kali makan yang layak setiap hari untuk berlatih dan berkompetisi di level tinggi, dan secara alami ada perubahan menjadi dua kali makan untuk pemain yang menjalankan ibadah Ramadan, dengan makan terbesar dilakukan sebelum matahari terbit agar mereka dapat terus beraktivitas sepanjang hari," ujar Vincent Gouttebarge.
"Idealnya, makan tersebut harus kaya akan makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti kentang dan nasi yang kaya energi, sedangkan makan setelah matahari terbenam harus berupa makanan dengan indeks glikemik rendah."
"Suplemen juga dapat dipertimbangkan, tetapi dokter klub harus dikonsultasikan," ujarnya menambahkan.
2. Hidrasi
"Hidrasi bisa jadi rumit, dan kami menyarankan pemain untuk tetap terhidrasi sepanjang hari dan malam seoptimal mungkin. Tentu saja, tidak selalu mungkin untuk tetap terhidrasi di malam hari, jadi ini tentang menemukan keseimbangan antara hidrasi teratur dan tidur malam yang cukup," ujar Vincent Gouttebarge.
"Strategi pendinginan dapat digunakan untuk menghentikan kehilangan cairan melalui keringat, seperti handuk dingin dan berkumur dengan air, sementara mandi air dingin setelah sesi latihan juga dapat membantu mengurangi kehilangan cairan."
"Suplementasi natrium harus dipertimbangkan, serta menghindari kopi dan teh," ujarnya menambahkan.
3. Tidur
"Selama bulan Ramadan, tubuh pemain perlu beradaptasi dengan jadwal biologis yang berubah. Oleh karena itu, gangguan tidur mungkin berdampak paling besar pada pemain," ujar Goutterbarge.
"Jam biologis Anda berbeda dari yang biasa Anda gunakan, dan dikombinasikan dengan kurangnya nutrisi dan hidrasi di siang hari, hal itu dapat menjadi tantangan untuk berkinerja," ujarnya menambahkan.
Sumber: FIFPRO.org
