Bakal Debut di Bojonegoro, Pemain Asing Anyar Bandung bjb Tandamata Diharapkan Jadi Pembeda

SKOR.id - Di tengah tekanan perebutan tiket final four Proliga 2026, Bandung bjb Tandamata akhirnya mendapatkan suntikan tenaga baru yang sudah lama dinanti. Giulia Angelina, outside hitter asal Italia, siap menjalani debutnya di seri Bojonegoro yang akan digelar pada 12-15 Februari ini. Kehadirannya diharapkan bukan sekadar tambahan pemain, melainkan sosok pembeda di momen paling krusial musim ini.
Bandung bjb Tandamata kini berada dalam posisi yang tidak ideal di klasemen sementara. Dengan sembilan poin dan empat laga tersisa, peluang menuju final four masih terbuka, tetapi nyaris tanpa ruang kesalahan. Satu kekeliruan saja bisa membuat langkah mereka terhenti.
Di situasi inilah Giulia Angelina hadir. Giulia sebelumnya gagal menjalani debutnya bersama Bandung bjb Tandamata pada seri Malang akibat kendala non-teknis. Kini, pemain berusia 28 tahun itu telah bergabung penuh bersama tim dan menyatakan siap tampil maksimal di Bojonegoro.
“Penting untuk memberikan semua yang kami miliki dan berjuang keluar dari situasi ini. Kami akan berusaha mendapatkan hasil terbaik,” ujar Giulia Angelina.
Dengan tinggi badan 193 cm, spike reach mencapai 300 cm, serta blocking reach 284 cm, Giulia membawa atribut komplet sebagai outside hitter modern. Ia bukan hanya diharapkan tajam dalam menyerang, tetapi juga mampu memperkuat sistem pertahanan dan menutup celah yang selama ini kerap dimanfaatkan lawan.
Dalam beberapa laga terakhir, Bandung bjb Tandamata terlihat kurang konsisten dalam penyelesaian akhir dan stabilitas receive. Kehadiran Giulia Angelina diyakini bisa memperbaiki dua aspek tersebut sekaligus—menjadi algojo di depan dan penyeimbang di lini belakang.
Pelatih kepala Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy menegaskan bahwa timnya tak lagi bisa bergantung pada hasil pertandingan lain. Fokus utama adalah menyapu bersih laga tersisa, dimulai dari duel kontra Medan Falcons (MFN) di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu (14/2/2026) pukul 16.00 WIB.
Namun tekanan bukan hanya datang dari lawan, melainkan juga dari situasi klasemen dan jadwal. Tim-tim pesaing seperti Jakarta Livin’ Mandiri dan Jakarta Popsivo Polwan akan bermain lebih dulu. Hasil mereka berpotensi memengaruhi atmosfer mental sebelum Bandung bjb Tandamata turun ke lapangan.
"Bagi tim kami, sudah tidak ada lagi toleransi. Tim lain menang atau kalah sudah tidak jadi perhatian kami. Yang jadi fokus kami sekarang adalah menang dulu di dua pertandingan Bojonegoro kalau mau terus punya asa bersaing di empat besar,” kata Risco Herlambang.
Dalam kondisi “perang mental” seperti ini, sosok pemain berpengalaman seperti Giulia Angelina bisa menjadi penenang sekaligus pemantik semangat. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa menjadi nilai tambah yang tak dimiliki banyak pemain lain di skuad.
"Kami berusaha sekuat tenaga untuk membangun kembali tim ke jalur kemenangan serta fokus perbaikan, baik mental maupun strategi bertanding. Kami semua fokus untuk menatap dua pertandingan di Bojonegoro. Evaluasi tetap dilakukan, tapi kami harus lupakan kekalahan dan mudah-mudahan kehadiran pemain baru bisa menambah semangat dan meningkatkan moril pemain," jelas Asep Sukmana, manajer tim Bandung bjb Tandamata.
Secara rekor pertemuan, Bandung bjb Tandamata memiliki catatan positif atas Medan Falcons maupun Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Namun Proliga bukan soal statistik masa lalu, melainkan siapa yang paling siap di hari pertandingan.
Apalagi jika nantinya terjadi persamaan poin di akhir babak reguler, rasio set dan rasio poin akan menjadi penentu.
Middle blocker Bandung bjb Tandamata, Maradanti Namira Tegariana, pun menegaskan tekad timnya.
"Harus siap, karena masuk final four juga tujuan utama Rara," kata pemain yang kerap disapa Rara tersebut.
"Dukungan dari lingkungan terdekat, baik dari keluarga maupun kebersamaan di tim, harus bertambah lagi ke chemistry di dalam tim," lanjutnya.
Kini, harapan itu bertumpu pada kerja kolektif tim—dan pada sosok baru yang siap membawa warna berbeda di lapangan.
Bojonegoro akan menjadi panggung pembuktian. Jika Giulia Angelina mampu langsung menyatu dengan ritme permainan dan memberikan dampak instan, bukan tidak mungkin Bandung bjb Tandamata menemukan momentum kebangkitan yang selama ini mereka cari.
Sementara itu, dari kelompok putra, dua tiket final four tersisa bakal diperebutkan tuan rumah Surabaya Samator (SSM), Putra Jakarta Garuda (PJG), dan Medan Falcons Tirta Bhagasasi (MFT). Saat ini SSM dan PJG ada di urutan ketiga dan keempat klasemen sementara dengan lima poin dari lima laga.
Sementara MFT terendam di dasar klasemen dengan satu poin dari enam laga. Adapun Jakarta LavAni Livin' Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi sudah lebih dulu memastikan tempat ke final four. Kedua tim sudah tidak mungkin lagi terlempar dari jajaran empat tim teratas kelompok putra dengan koleksi 21 dan 13 poin dari tujuh laga.
