Home > Super League

Terlambat Masuk Lapangan, Persis Solo dan Borneo FC Didenda Komdis PSSI Rp100 Juta

Komdis PSSI kembali merilis hasil sidang yang digelar pada 21, 22, 23, 27, dan 28 Januari 2026.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi PSSI. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) Sumber:
Ilustrasi PSSI. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali merilis hasil sidang yang digelar pada 21, 22, 23, 27, dan 28 Januari 2026. Dari sederet putusan yang diumumkan, sorotan utama tertuju pada dua kontestan Super League 2025-2026, Persis Solo dan Borneo FC Samarinda, yang kompak dijatuhi denda masing-masing Rp100 juta.

Menariknya, kedua tim dihukum atas pelanggaran yang sama dalam pertandingan Persis Solo vs Borneo FC Samarinda di Stadion Manahan, Solo, 23 Januari 2026. Komdis menilai kedua tim terlambat memasuki lapangan pada babak kedua sehingga kick-off paruh kedua mundur selama 105 detik.

Keterlambatan tersebut dianggap melanggar regulasi disiplin kompetisi. Tanpa pandang bulu, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda Rp100.000.000 kepada Persis Solo dan jumlah yang sama kepada Borneo FC Samarinda.

Denda ini menjadi salah satu yang terbesar dalam daftar sanksi kali ini, sekaligus menjadi peringatan tegas bagi klub-klub Super League agar lebih disiplin terhadap jadwal pertandingan.

Selain Persis dan Borneo FC, beberapa klub Super League juga tak luput dari hukuman. Bhayangkara Presisi Lampung FC didenda Rp60 juta setelah lima pemain dan satu ofisial menerima kartu kuning dalam laga kontra Persita Tangerang (24 Januari 2026).

PSBS Biak juga dikenai denda Rp50 juta akibat terlambat mengumpulkan E-startlist saat menghadapi Persib Bandung (25 Januari 2026).

Panitia Pelaksana pertandingan Dewa United Banten FC turut dijatuhi denda Rp40 juta karena tidak menyediakan lemari pendingin di ruang ganti kedua tim saat menjamu Arema FC (26 Januari 2026).

Sementara itu, Persebaya Surabaya didenda Rp25 juta akibat kehadiran suporter tamu dalam laga melawan PSIM Yogyakarta.

Di Championship 2025-2026, sejumlah klub juga menerima hukuman, mulai dari denda akibat akumulasi kartu kuning hingga pelanggaran suporter. PSPS Pekanbaru menjadi salah satu yang mendapat sanksi cukup berat, yakni larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga kandang plus denda total Rp30 juta akibat tindakan suporter, termasuk pelemparan dan nyanyian tidak pantas.

Sriwijaya FC bahkan dijatuhi sanksi larangan dua kali menggelar laga kandang tanpa penonton serta denda Rp15 juta akibat kerusuhan, perusakan fasilitas stadion, hingga flare yang dilakukan suporter seusai pertandingan melawan Sumsel United.

Di kompetisi usia muda (EPA Super League), sejumlah pemain juga menerima tambahan larangan bermain akibat kartu merah langsung karena tindakan kasar.

Untuk sanksi lengkap yang dikeluarkan Komdis PSSI bisa dicek di link ini.

Sumber: pssi.org

× Image