Home > National

Adu Gagasan Calon Ketua PSSI Pers, Bicara Tantangan Media hingga Tata Kelola

Acara debat yang digelar KP PSSI Pers ini adalah rangkaian dari Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua PSSI Pers 2026-2029.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua PSSI Pers 2026-2029 digelar di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Dok. PSSI Pers/Grafis: Skor.id) Sumber:
Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua PSSI Pers 2026-2029 digelar di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Dok. PSSI Pers/Grafis: Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Masa depan PSSI Pers tiga tahun ke depan mulai dipertarungkan. Bukan di lapangan hijau, melainkan di panggung debat terbuka. Komite Pemilihan PSSI Pers 2026–2029 menggelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua PSSI Pers di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026), yang menjadi sorotan penting jelang pemilihan pimpinan baru organisasi jurnalis sepak bola tersebut.

Dua pasangan calon saling beradu gagasan dalam forum ini. Pasangan Robi Yanto–Muhammad Adiyaksa tampil sebagai kandidat pertama, sementara Andri Bagus Syaiful–Tino Satrio hadir sebagai calon kedua dengan visi tandingan. Keduanya memanfaatkan momentum debat untuk memaparkan arah kepemimpinan, strategi, serta program kerja yang diklaim mampu membawa PSSI Pers lebih relevan di tengah perubahan lanskap media olahraga.

Debat berlangsung dinamis dengan isu-isu krusial sebagai menu utama. Mulai dari tata kelola organisasi, profesionalisme kompetisi, penguatan peran media olahraga di era digital, hingga strategi kolaborasi dengan para pemangku kepentingan sepak bola nasional. Setiap kandidat dituntut tak hanya visioner, tetapi juga realistis menghadapi tantangan industri media yang terus berubah.

Sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan langsung jalannya debat, di antaranya anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, Direktur Utama Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) Marsal Masita, serta Chief of Marketing I.League Budiman Dalimunthe. Kehadiran mereka menegaskan posisi strategis PSSI Pers dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

Dalam sambutannya, Arya Sinulingga menekankan bahwa debat kandidat bukan sekadar formalitas, melainkan ruang krusial bagi pemilih untuk menilai kesiapan para calon pemimpin. Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi media olahraga saat ini, terutama di era ketika setiap orang bisa memproduksi dan menyebarkan informasi.

“Perubahan media itu berpengaruh ke teman-teman juga. Kita tahu bahwa sekarang semua orang bisa bikin media. Nah itu menjadi tantangan PSSI Pers, bukan bertahan, tapi justru jadi yang terdepan,” ujar Arya.

Ia juga mengangkat isu sensitif soal keberadaan media yang belum terverifikasi Dewan Pers.

“Bagaimana pendekatan teman-teman calon pemimpin dalam menyikapi pewarta dari media-media seperti itu?” tambahnya.

Komite Pemilihan PSSI Pers menegaskan bahwa debat kandidat ini merupakan bagian dari tahapan resmi menuju hari pemungutan suara. Selain sebagai sarana adu gagasan, forum ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi serta literasi pemilih terhadap visi dan program kerja masing-masing pasangan calon.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua PSSI Pers periode 2026–2029 dijadwalkan berlangsung pada Jumat (13/2/2026). Dari proses ini, publik sepak bola menaruh harapan besar lahirnya kepemimpinan yang progresif, adaptif, dan mampu membawa PSSI Pers tetap berdaya saing di tengah dinamika industri media dan sepak bola nasional.

× Image