EKSKLUSIF: PSSI Tak Beri Target Berlebihan untuk John Herdman pada Tahun Pertama

SKOR.id - PSSI memilih bersikap realistis dalam menetapkan target untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di tahun pertamanya menangani skuad Garuda. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa federasi tidak ingin membebani sang pelatih dengan target berlebihan karena masih berada dalam fase adaptasi.
Menurut Sumardji, kehadiran Herdman diharapkan membawa angin segar bagi Timnas Indonesia, baik dari sisi permainan maupun manajemen tim. Namun, PSSI menyadari bahwa proses adaptasi menjadi faktor krusial sebelum tuntutan prestasi diberikan secara terbuka.
“Di awal tahun ini kami memang tidak memberikan target yang berlebihan kepada John. Adaptasi itu butuh waktu, dia harus melihat langsung seperti apa Tim Nasional kita, liganya, dan perkembangan pemain-pemain,” ujar Sumardji, dalam podcast Diskord di kanal Youtube Skor Indonesia.
Ia menjelaskan, fokus PSSI saat ini adalah memberi ruang seluas-luasnya kepada Herdman untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Timnas Indonesia. Mulai dari aspek teknis di lapangan hingga sistem manajemen tim menjadi bahan analisis pelatih asal Kanada tersebut.
Sumardji menyebutkan, berbagai catatan terkait kondisi tim, termasuk kekuatan dan kelemahan skuad, sudah disampaikan secara terbuka kepada Herdman. Selanjutnya, semua keputusan teknis diserahkan sepenuhnya kepada sang pelatih.
“John sudah melakukan langkah-langkah nyata dan melaporkannya kepada kami. Beberapa di antaranya juga sudah langsung dieksekusi. Kami tidak melakukan intervensi, karena tanggung jawab prestasi sepenuhnya ada di tangan pelatih,” tegasnya.
Meski tidak menetapkan target besar secara publik, PSSI tetap menuntut profesionalisme di setiap pertandingan. Target internal, seperti saat tampil di FIFA Series atau ajang internasional lainnya, tetap ada dan wajib dijalankan oleh tim.
“Bukan berarti tanpa target lalu bisa bermain seenaknya. Di internal tim tetap ada tuntutan untuk menang. Tapi itu berbeda dengan target yang diumumkan ke publik,” jelas Sumardji.
Pendekatan serupa juga akan diterapkan di ajang-ajang lain, termasuk kompetisi regional level senior seperti Piala AFF (sekarang bernama ASEAN Championship). PSSI memilih menahan ekspektasi publik sembari memberi kesempatan Herdman membangun fondasi tim yang kuat.
Menariknya, tanpa tekanan target besar, Sumardji berharap Timnas Indonesia justru bisa tampil lepas dan memberikan kejutan.
“Kalau tanpa target berlebihan ternyata bisa sampai semifinal, final, bahkan juara, itu tentu sangat membanggakan,” ujarnya.
PSSI baru berencana menetapkan target resmi dan terbuka pada 2027, setelah proses evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Herdman dilakukan. Target tersebut nantinya akan disampaikan secara jelas kepada publik sebagai tolok ukur keberhasilan.
Selain menangani tim senior, Herdman juga diproyeksikan berperan dalam pengembangan Timnas U-23. Meski masih dalam tahap pembahasan apakah ia akan turun langsung atau melalui asistennya, Timnas U-23 dipastikan tetap berada di bawah koordinasi dan pengawasan langsung Herdman.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk memastikan kesinambungan regenerasi pemain dari level usia muda hingga tim senior.
Untuk wawancara lengkapnya bisa disaksikan dalam video di bawah ini:
