4 Gelar Juara Indonesia di Thailand Masters 2026 Punya Makna Berbeda-beda, PBSI Apresiasi

SKOR.id - Kesuksesan wakil Indonesia di Thailand Masters 2026, lewat empat gelar juara, menyimpan kisah uniknya masing-masing.
Seperti diketahui, Indonesia keluar sebagai juara umum turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut usai para wakilnya menjadi yang terbaik di sektor tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Hal menariknya adalah keempat juara sama-sama baru pertama kali naik podium tertinggi di level Super 300. Namun, mereka punya latar belakang berbeda.
Mohammad Zaki Ubaidillah, misalnya, memperlihatkan peningkatan signifikan sebagai salah satu tunggal putra masa depan Indonesia.
Remaja 18 tahun itu berangkat dari juara Asia junior, juara Super 100, runner-up Kejuaraan Dunia Junior dan SEA Games 2025, sebelum mengecap gelar Super 300.
Performa positif Ubed ini mendapat pujian dari PBSI, yang berharap sang pemain terus mendaki lebih tinggi di turnamen-turnamen berikutnya.
"Saya melihat sikap tidak mau menyerah yang ditunjukkan pada turnamen ini (Thailand Masters 2026) menjadi modal penting yang harus terus dijaga dalam upaya meraih prestasi di turnamen-turnamen berikutnya," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian.
"Ke depan, Ubed harus mampu menjaga konsistensi performa agar bisa masuk ke peringkat Top 15 dunia pada 2026, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai 2027," tambahnya.
Ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, di sisi lain, akhirnya kembali merasakan gelar setelah hampir dua tahun paceklik.
Mereka terakhir kali juara di Korea Open 2024, turnamen Super 500 yang prestisius. Namun, setelah itu meredup.
Kini, Leo/Bagas kembali menjadi bintang utama, meskipun hanya Super 300. Lagi pula, mereka memang belum pernah memenangi level tersebut.
"Pencapaian prestasi Bagas/Leo di Thailand Masters 2026 ini saya harapkan dapat menjadi awal dari kembalinya performa terbaik mereka. Semoga hasil ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan diri dan prestasi mereka ke depan," kata Eng Hian.
Sementara, ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti langsung tancap gas. Pasangan baru ini hanya butuh dua turnamen untuk mendapatkan gelar perdana mereka.
Setelah tersandung di hadapan publik sendiri, Indonesia Masters 2026, Tiwi/Fadia mampu membuktikan kualitas sebagai duo yang patut diperhitungkan.
Namun, Eng Hian mengingatkan bahwa Tiwi/Fadia masih punya ruang untuk berkembang lebih jauh lagi.
"Saya mengapresiasi hasil yang diraih oleh Tiwi/Fadia di Thailand Masters 2026. Harapan dari dilakukannya pergantian pasangan tentu adanya peningkatan prestasi dibandingkan pasangan sebelumnya," kata mantan pemain ganda putra Indonesia tersebut.
"Namun dari hasil evaluasi dan diskusi dengan pelatih sektor ganda putri, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, baik dari sisi fisik maupun pola permainan. Hal ini menjadi penting mengingat kebutuhan untuk bersaing dan meraih prestasi di turnamen dengan level yang lebih tinggi," dia melanjutkan.
Adapun bagi ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Thailand Masters 2026 bukan hanya menandai kesuksesan pertama di level Super 300, tapi BWF Word Tour secara keseluruhan.
Harapannya, mereka bisa mengikuti jejak sang kompatriot, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, untuk menembus jajaran 10 besar dunia.
"Adnan/Indah mampu menjawab tantangan dan target yang ditetapkan pada tahun ini, yaitu meraih gelar di turnamen level Super 300," ujar Eng Hian.
"Tentu saja harapannya tidak boleh berhenti sampai di sini. Saya berharap mereka tidak puas hanya dengan raihan gelar pada turnamen ini dan terus meningkatkan kualitas permainan untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi," lanjutnya.
Tak cuma para juara, Thailand Masters 2026 juga istimewa karena sejumlah talenta muda Indonesia, macam Prahdiska Bagas Shujiwo, Thalita Ramadhani Wiryawan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, hingga Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine mulai memperlihatkan sinar masing-masing.
Eng Hian menegaskan bahwa PBSI ingin tahun ini menjadi momen wakil Indonesia mendulang prestasi dan terus menanjak hingga Olimpiade 2028.
"Sesuai arahan Ketua Umum PBSI, 2026 ditetapkan sebagai tahun prestasi. Kami menginginkan hasil dari program yang telah dijalankan pada tahun 2025 dapat dilanjutkan dengan peningkatan pencapaian prestasi, khususnya pada turnamen level Super 500 ke atas, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada Mei 2027," dia memungkasi.
Sumber: PBSI
