Carlos Alcaraz Raih Gelar Grand Slam Ketujuh di Australia Open

SKOR.id - Carlos Alcaraz menorehkan sejarah baru di Melbourne setelah menjuarai Australian Open dan melengkapi pencapaian langka dalam kariernya. Petenis nomor satu dunia itu bangkit dari awal yang kurang meyakinkan untuk mengalahkan Novak Djokovic dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5 pada final yang berlangsung Minggu malam. Kemenangan ini memastikan gelar perdana Alcaraz di Melbourne Park sekaligus menjadikannya sebagai pria termuda di Era Terbuka yang mampu meraih Career Grand Slam, yakni menjuarai keempat turnamen Grand Slam.
Di usia 22 tahun, Alcaraz menunjukkan mental baja setelah kehilangan set pertama akibat permainan agresif Djokovic. Namun, ia segera menemukan ritmenya dari baseline, mematahkan servis lawan dua kali di set kedua untuk menyamakan kedudukan. Permainan all-court khasnya semakin terlihat di set ketiga, dengan sejumlah reli panjang dan pukulan spektakuler yang membuatnya mengendalikan pertandingan.
Djokovic, yang mengincar gelar Grand Slam ke-25 sekaligus mempertahankan rekor sempurna dalam 10 final Australian Open sebelumnya, berusaha bangkit di set keempat. Petenis berusia 38 tahun itu menyelamatkan enam break point pada gim kedua. Meski demikian, Alcaraz tetap tenang dan akhirnya mematahkan servis Djokovic di gim ke-12 untuk memastikan kemenangan dalam waktu tiga jam dua menit. Hasil ini juga menjadi kekalahan pertama Djokovic di final Australian Open.
“Saya rasa tidak ada yang tahu seberapa keras saya bekerja untuk mendapatkan trofi ini. Saya mengejar momen ini begitu lama,” ujar Alcaraz seusai pertandingan. Ia juga mengungkapkan bahwa pramusim yang dijalaninya terasa emosional, terlebih setelah mengakhiri kerja sama tujuh tahun dengan pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, pada Desember lalu. Meski begitu, dukungan timnya membantunya tetap fokus hingga akhirnya meraih gelar bergengsi tersebut.
Djokovic memberikan penghormatan tinggi kepada sang juara. Ia menyebut pencapaian Alcaraz sebagai sesuatu yang historis dan legendaris, sembari berseloroh bahwa mereka kemungkinan masih akan sering bertemu dalam 10 tahun ke depan. Alcaraz pun membalas dengan pujian, menyebut Djokovic sebagai inspirasi besar, tidak hanya bagi petenis tetapi juga atlet di seluruh dunia.
Dengan kemenangan ini, Alcaraz kini telah mengoleksi tujuh gelar Grand Slam, sejajar dengan legenda seperti John McEnroe dan Mats Wilander. Ia juga memperpanjang dominasi bersama rivalnya, Jannik Sinner, setelah keduanya memenangi sembilan Grand Slam terakhir secara beruntun sejak US Open 2023.
Momen final ini semakin istimewa karena Rafael Nadal hadir langsung di tribun Rod Laver Arena. Bagi Alcaraz, bermain di hadapan idolanya itu menjadi sebuah kehormatan tersendiri, menandai babak baru dalam era persaingan tenis dunia.
