Home > National

Banyak Insiden Tendangan Brutal di Liga 4, PSSI Gelar Rapat Darurat

PSSI menggelar rapat darurat secara daring bersama PSSI Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, menyusul sejumlah insiden serius yang terjadi di Liga 4
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
PSSI menggelar rapat darurat lantaran maraknya tendangan brutal yang terjadi dalam pertandingan Liga 4 Provinsi. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
PSSI menggelar rapat darurat lantaran maraknya tendangan brutal yang terjadi dalam pertandingan Liga 4 Provinsi. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - PSSI bergerak cepat dengan menggelar rapat darurat, melihat begitu maraknya insiden tindakan tidak sportif yang bisa membahayakan nyawa pemain terjadi di Liga 4 yang digelar di level provinsi.

Pada rapat darurat yang telah dilakukan, PSSI mengajak secara daring PSSI Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, serta manajer maupun panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi tersebut.

Seperti yang ramai diberitakan dalam beberapa pekan terakhir, memang terjadi banyak insiden tendangan brutal yang dilakukan pemain yang mengikuti kompetisi Liga 4 di dua provinsi tersebut.

Di antaranya, pada pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara Persikaba Blora melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu 21 Januari 2026, ketika seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.

Insiden serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur dalam laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin 5 Januari 2025. Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

Tak ayal, banyaknya insiden itu menimbulkan kekhawatiran. Maka itu, rapat darurat ini digelar oleh PSSI.

“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI dikutip laman resmi PSSI.

“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” tambah Yunus.

Yunus menegaskan, PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan penambahan regulasi Liga 4. Sanksi yang akan diterapkan, menurut dia, tidak hanya menyasar pemain.

“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menambahkan, setiap kejadian yang terjadi di level mana pun tetap akan dipersepsikan sebagai peristiwa sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia,” katanya.

Zainudin juga menjelaskan, sejak awal PSSI menggulirkan Liga 4 dengan keyakinan bahwa asosiasi provinsi serta kabupaten dan kota memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan kompetisi. Namun, dalam perjalanannya, muncul persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.

“Itulah sebabnya kami di PSSI melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kita harus menyelamatkan sepak bola Indonesia ini dari penilaian yang buruk,” ucap Zainudin.

PSSI memastikan akan melanjutkan konsolidasi dengan asosiasi provinsi, perangkat pertandingan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kompetisi berjalan dengan menjunjung sportivitas, fair play, dan keselamatan semua pihak.

Sumber: pssi.org






× Image