Insiden Korner di Championship 2025-2026, Ketua Komite Wasit PSSI Minta Maaf ke FC Bekasi City

SKOR.id - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengakui telah meminta maaf langsung kepada pihak FC Bekasi City setelah ada insiden korner.
Pertandingan Championship 2025-2026 (dulu Liga 2) sempat jadi sorotan, saat Garudayaksa FC menjamu FC Bekasi City di pekan ke-15, 10 Januari 2026.
Dalam persaingan Grup 1 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, terdapat insiden dalam momen sepak pojok, sebab tidak dilakukan dengan semestinya.
Gol Garudayaksa FC yang dicetak Obet Choiri pada menit ke-32 berawal dari korner yang dieksekusi Feby Eka dengan bola terletak di luar garis sepak sudut.
Terkait insiden itu, Yoshimi Ogawa mengakui ada kesalahan yang dilakukan wasit. Sebagai informasi, sosok pengadil utama di lapangan kala itu adalah Mansyur.
Dalam Refereeing Workshop for Media yang digelar PSSI di Jakarta pada Rabu (21/1/2026) sore, diakui Komite Wasit PSSI meminta maaf ke FC Bekasi City.
"Saya sudah meminta maaf kepada pihak FC Bekasi City atas kejadian tersebut dua hari yang lalu (19 Januari 2026) ke semua pihak," kata lelaki asal Jepang itu.
"Ke manajer, pelatih, maupun pemain. Karena itu memang merupakan kesalahan. Namun, tidak masuk kategori yang bisa diintervensi oleh VAR," ia menambahkan.
Lebih lanjut Yoshimi Ogawa memaparkan bahwa insiden tersebut adalah kesalahan teknis, serupa cara melempar bola, dan VAR tidak punya wewenang untuk itu.
Wasit VAR hanya bisa sebatas memperingkatkan saat kejadian atau sebelum bola ditendang, dan sudah dilakukan dalam laga tersebut, pun berbagai duel lainnya.
Itu dibuktikan melalui rekaman video yang disertai suara dari ruang VAR, yakni para wasit yang bertugas hanya memperingatkan dengan mengucap; "bola, bola, bola."
Akan tetapi berbeda dengan pertandingan lainnya yang sempat terjadi hal tersebut, wasit dalam bentrokan Garudayaksa FC vs FC Bekasi City tidak menggubris.
Sang pengadil pun tidak "lepas" begitu saja dari kesalahan yang diperbuatnya, sebab dari Komite Wasit PSSI memutuskan untuk mengistirahatkan wasit tersebut.
"Tanggung jawab kami adalah mendidik wasit. Tanggung jawab kami juga pengelolaan lisensi, penunjukan (memimpin laga), tapi tak ada hak menghukum," ucap Ogawa.
"Menghukum berarti ada pelanggaran terhadap beberapa peraturan. Kesalahan teknis bukan pelanggaran peraturan. Itu adalah hukuman di bawah Komite Disiplin."
"Itulah mengapa kami, menyadari ini adalah kesalahan besar, berarti kami perlu menghentikan penunjukan. Memberi waktu kepada wasit untuk perbaikan lebih lanjut."
"Terkadang kami harus memberikan tindakan tegas kepada wasit dengan menghentikan penunjukan. Karena kami juga perlu melindungi pemain," ia memaparkan.
