Home > National

Rasisme di Liga Indonesia, I.League Dampingi PSSI Penuhi Panggilan KemenHAM RI

Menindaklanjuti kasus rasisme dan bullying menimpa penyerang Malut United, Yakob Sayuri, pada Super League 2025-2026.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League. Sumber:Grafis Deni Sulaeman/Skor.id
Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League. Sumber:Grafis Deni Sulaeman/Skor.id

SKOR.id - I.League turut mendampingi PSSI dalam memenuhi panggilan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI terkait kasus rasisme dan bullying di Liga Indonesia, Selasa (20/1/2026).

Diketahui kasus rasisme dan bullying menimpa penyerang Malut United, Yakob Sayuri, dalam pelaksanaan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025-2026.

Pertemuan di Kantor KemenHAM RI, Jakarta, turut dihadiri oleh perwakilan Dirjen Pelayanan & Kepatuhan HAM perwakilan PSSI, Komite Disiplin (Komdis) PSSI, dan I.League.

Dalam kesempatan tersebut, KemenHAM RI meminta penjelasan serta keterangan dari PSSI mengenai upaya yang telah dilakukan untuk menangani dan mencegah kasus rasisme serta bullying di lingkungan sepak bola.

Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi I.League sebagai operator kompetisi untuk menyampaikan berbagai langkah preventif dan edukatif yang telah dijalankan sejak awal musim kompetisi.

Sejak awal musim, I.League secara aktif menginisiasi dan menjalankan kampanye Anti-Bullying & Anti-Racism melalui berbagai pendekatan, mulai dari kampanye di media sosial, pesan visual di lapangan pertandingan, hingga aktivitas on-ground.

I.League dan PSSI bertemu dengan Kementerian HAM RI di Jakarta pada 20 Januari 2026. Sumber: Foto I.League
I.League dan PSSI bertemu dengan Kementerian HAM RI di Jakarta pada 20 Januari 2026. Sumber: Foto I.League

Selain itu, I.League juga menjalin kolaborasi strategis bersama Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) guna memperluas jangkauan kampanye dan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan sepak bola terhadap pentingnya sportivitas dan sikap saling menghormati.

"Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit. Kami mengapresiasi komitmen PSSI dan I.League," ujar Yos Nggarang, Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM KemenHAM RI.

"Dalam menjunjung nilai-nilai HAM dan berharap setiap pertandingan mencerminkan semangat tersebut. PSSI dan I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan bullying," ia menambahkan.

Ke depan, KemenHAM RI mengajak PSSI dan I.League untuk bersama-sama memperkuat kampanye anti-rasisme dan anti-bullying dengan jangkauan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih mendalam.

Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan terjadinya kasus serupa serta membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Sumber: I.League

× Image