Home > Other Sports

KONI Pusat Apresiasi Bersatu Cup 2026, Dorong Kebangkitan Tenis Meja Indonesia

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan target besar tenis meja Indonesia tidak boleh berhenti di level nasional.
Image
Sumargo Pangestu Editor : Sumargo Pangestu
Cover berita olahraga tenis meja. (Grafis: Deny/Skor.id)
Cover berita olahraga tenis meja. (Grafis: Deny/Skor.id)

SKOR.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) atas penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Bersatu Cup 2026.

Ajang ini dinilai berhasil membuka kalender kompetisi olahraga nasional tahun 2026 dengan semangat persatuan sekaligus menjadi momentum penting bagi kebangkitan tenis meja Indonesia.

Menurut Marciano Norman, kejuaraan ini mencerminkan keseriusan PB PTMSI dalam membangun pola pembinaan yang berjenjang, mulai dari usia dini hingga kategori senior.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman (tengah) menyambangi kejuaraan nasional tenis meja, Bersatu Cup 2026. (Dok. Istimewa)
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman (tengah) menyambangi kejuaraan nasional tenis meja, Bersatu Cup 2026. (Dok. Istimewa)

Ia menilai Bersatu Cup 2026 sebagai wadah strategis untuk mengukur kemampuan atlet secara objektif serta meningkatkan daya saing antar-atlet dari berbagai daerah.

Tak hanya itu, ia berharap PB PTMSI dapat terus menggelar kejuaraan serupa secara berkelanjutan agar pembinaan berjalan konsisten dan terarah.

Menurutnya, kompetisi yang rutin akan membentuk mental juara sekaligus menumbuhkan rasa lapar akan prestasi di kalangan atlet nasional.

Lebih jauh, Marciano menegaskan bahwa target besar tenis meja Indonesia tidak boleh berhenti hanya pada level nasional. Marciano juga mengingatkan pentingnya menatap prestasi di panggung dunia sebagai tujuan utama pembinaan.

“Event internasional tertinggi adalah Olimpiade. Saya harapkan kita bisa membuat kejutan dan mencetak rekor. Semua itu bisa dicapai dengan pola pembinaan yang berjenjang, kompetisi yang teratur, serta ruang kompetisi yang benar-benar dapat diikuti atlet-atlet Indonesia,” kata Marciano Norman.

Selain itu, ia turut mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari atlet, pelatih, hingga jajaran pengurus, untuk tetap menjaga persatuan demi kemajuan tenis meja Indonesia yang berkesinambungan.

Marciano Norman menyampaikan rasa bangganya kepada para atlet yang berhasil meraih gelar juara pada kejuaraan ini. Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet yang belum meraih hasil terbaik agar terus berlatih dan meningkatkan kualitas diri.

Ia berharap kegagalan di satu kejuaraan tidak mematahkan semangat, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk tampil lebih baik pada ajang-ajang berikutnya.

Sementara itu, dari sektor beregu putri, SIM SPORTS memastikan langkah ke partai final setelah menaklukkan PTMSI Kota Bekasi.

Pada laga puncak, SIM SPORTS akan berhadapan dengan DONIC-A yang sebelumnya berhasil mengalahkan SUKUN.

Adapun PTMSI Kota Bekasi masih memiliki peluang untuk meraih podium. Mereka akan menghadapi SUKUN dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.

Pada sektor putra, persaingan masih berlangsung ketat. Hingga berita ini diturunkan, pertandingan babak 16 besar masih terus berjalan dan menyuguhkan duel-duel menarik yang dinantikan para pecinta tenis meja Indonesia.

Kejuaraan Bersatu Cup 2026 pun semakin menegaskan perannya sebagai ajang penting dalam peta pembinaan tenis meja nasional.

Tidak hanya menjadi ruang kompetisi, turnamen ini juga menjadi simbol persatuan serta pijakan kuat menuju prestasi yang lebih tinggi di level internasional.

× Image